Mengintip Desa yang Melawan Kerusakan Alam dengan Transisi Energi Biogas

Klikhijau.com – Desa merupakan lumbung sumber daya alam. Dari desalah, sumber daya alam itu mengalair ke kota. Namun meski begitu, pembangunannya tetap saja finis pada urutan buncit dari pembangunan k...

Mengintip Desa yang Melawan Kerusakan Alam dengan Transisi Energi Biogas
Bacakan Artikel

Desa Cabbeng yang memiliki  luas 6,8 kilometer ini, terdapat  30 alat pengolah limbah kotoran ternak.

Kehadiran biogas tersebut cukup membantu warga setempat. Bayangkan, dengan kotoran dua ekor sapi saja, warga  sudah bisa memasak hingga 8 jam lamanya.

Tak berhenti di situ saja, ampas dari hasil pengolahan biogas ini tak dibuang begitu saja sehingga bisa mencemari lingkungan, tapi dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang digunakan untuk menyuburkan tanaman.

[irp]



  • Desa Argosari, Malang



Sebelum menggunakan biogas, warga mengepulkan dapurnya dengan kayu bakar. Mereka bahkan sering menebangi pohon untuk memenuhi kebutuhan memasaknya.

Maka beralihnya penggunaan kayu bakar ke biogas membawa keuntungan tersendiri, bukan hanya menghemat biaya dan tenaga, tetapi juga memberi sumbangsi besar dalam pelestarian alam.

Jika dulu warga Desa Argosari menebangi pohon di hutan untuk kayu bakar, sekarang mereka justru menanaminya kembali dan  merawatnya dengan sepenuh cinta.

Dampak dari penanaman kembali pohon itu adalah debit air di desa ini terus terjaga.



  • Desa Medowo, Kediri



Desa ini dihuni oleh mayoritas peternak sapi perah. Karena itulah warganya tak kesulitan dalam memenuhi bahan baku biogas karena sumber dayanya cukup melimpah.

Dengan mengolah kotoran ternak mereka menjadi biogas, warga di desa ini pun berhasil mengurangi pencemaran air sungai, bahkan mampu mencegah pencemaran sungai hingga 90 persen, sehingga sungai kembali mengalirkan airnya yang jernih.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: