Mengintip Desa yang Melawan Kerusakan Alam dengan Transisi Energi Biogas

Klikhijau.com – Desa merupakan lumbung sumber daya alam. Dari desalah, sumber daya alam itu mengalair ke kota. Namun meski begitu, pembangunannya tetap saja finis pada urutan buncit dari pembangunan k...

Mengintip Desa yang Melawan Kerusakan Alam dengan Transisi Energi Biogas
Bacakan Artikel

Kerjasama itu telah melahirkan desa yang mandiri dalam pengguanaan gas. Desa-desa ini tak perlu lagi puyeng untuk membeli gas saat hendak memasak atau ke hutan mencari kayu bakar.

Program tersebut secara otomatis pula, telah berkontribusi dalam pelestarian alam, karena masyarakat tak lagi menebang pohon untuk keperluan memasak. Dan juga kotoran dan limbah tak lagi mencemari lingkungan pula.

Ini 5 desa yang melawan kerusakan alam dan memerdekakan diri dalam penggunaan gas tanpa perlu mengeluarkan biaya

Ini 5 desa yang membuktikan jika kemandirian dalam penggunaan gas bisa diterapkan melalui  biogas.



  • Desa Penyabangan, Bali



Di desa ini sedikitnya telah ada 44 rumah yang menggunakan biogas. Jauh sebelum warga beralih menggunakan biogas, mereka menggunakan kayu bakar untuk memasak. Penggunaan kayu bakar itu didukung pula oleh aktvitas warganya yang  mayoritas  petani.

Namun, sejak tahun 2011 lalu warga mulai mengolah  kotoran hewan ternaknya menjadi biogas. Mereka meninggalkan kebiasaannya menggunakan kayu bakar kemudian beralih memasak menggunakan biogas. Jadi,  meski harga gas elpiji dari hari ke hari semakin meninggi, namun warga di desa ini tak merasa khawatir, sebab mereka bisa memasak dengan nyaman tanpa mengeluarkan biaya dan tenaga mengambil kayu bakar.

[irp]



  • Pasuruan, Jawa Timur



Di Pasuruan, bukan hanya satu desa yang beralih menggunakan biogas, tapi ada empat desa yang telah menggunakannya.

Hasilnya luar biasa, sebab warga di empat desa itu (Cemoro, Gunung Sari, Ngempiring, dan Kumbo) bisa menghemat hingga ratusan ribu rupiah perbulan.

Saat ini, keempat desa tersebut telah  merdeka  dari menggunakan gas elpiji dan kayu bakar untuk mengepulkan asap dapurnya.



  • Cabbeng Bone, Sulawesi Selatan



Penggunaan biogas di desa ini telah dimulai pada tahun 2013 lalu. Warga  mengolah kotoran ternaknya menjadii biogas untuk keperluan rumah tangga.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: