Klikhijau.com – Keberlanjutan (sustainability) jadi kata yang kerap kita dengar akhir-akhir ini. Tak sekadar kata saja, sustainability atau sustainable jadi isu yang menarik untuk dibahas.
Konsep keberlanjutan menjadi sangat penting sekarang ini. Datangnya perubahan iklim, lahirnya krisis lingkungan, dan semakin timpangannya kehidupan sosial menjadikan isu keberlanjutan jadi keniscayaan.
Keberlanjutan sendiri menurut Dr. Ir. Tungkot Sipayung mengacu pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Untuk mencapainya, setidaknya ada tiga pilar atau kategori yang diusung pada konsep keberlanjutan.
Dilansir dari Treehugger, tiga pilar keberlanjutan menyediakan kerangka kerja. Tujuannya untuk menerapkan pendekatan berorientasi solusi pada masalah keberlanjutan yang rumit.
Ketiganya merupakan hal mendasar bagi banyak perusahaan, lembaga, dan badan pemerintah saat ini, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Badan Perlindungan Lingkungan.
Ketiga pilar keberlanjutan, yakni keberlanjutan sosial, keberlanjutan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan dianggap terbentuk secara bertahap melalui kritik ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam literatur akademis awal.
Konsep ini baru pada tahun 1980-an menjadi bagian dari budaya arus utama. Ketiganya tidak memiliki definisi yang jelas dan konsisten—ketiganya memiliki beberapa interpretasi yang berbeda.
Meskipun interpretasi masing-masing pilar berbeda-beda, ketiga pilar tersebut secara bersama-sama dimaksudkan untuk bekerja sama satu sama lain, dan keberlanjutan sejati akan terwujud jika ketiga pilar tersebut seimbang.
Berikut ulasan singkat ketiga pilar tersebut dikutip dari Treehugger:
-
Keberlanjutan sosial
Keberlanjutan sosial mencakup keadilan lingkungan, kesehatan manusia, keamanan sumber daya, dan pendidikan, di antara elemen-elemen sosial penting lainnya dalam masyarakat.
Berdasarkan konsep tiga pilar, upaya untuk mendorong keberlanjutan sosial juga harus bertujuan untuk mendorong manfaat ekonomi dan lingkungan.
Bagi bisnis, upaya untuk menciptakan keberlanjutan sosial dapat mencakup memfokuskan upaya perusahaan pada retensi karyawan, bukan prioritas ekonomi. Misalnya, investasi dalam kesejahteraan karyawan cenderung menghasilkan manfaat ekonomi bagi perusahaan dengan meningkatkan motivasi karyawan.
Upaya untuk meningkatkan keberlanjutan sosial juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan. Misalnya, pilihan pola makan masyarakat dapat berdampak besar pada kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan, oleh karena itu advokasi untuk pola makan yang lebih sehat juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.
-
Keberlanjutan ekonomi
Keberlanjutan ekonomi mencakup penciptaan lapangan kerja, profitabilitas, dan akuntansi yang tepat atas layanan ekosistem untuk analisis biaya-manfaat yang optimal.
Dalam hal pasar kerja, penelitian menunjukkan tingginya tingkat ketenagakerjaan menguntungkan baik ekonomi maupun kesejahteraan sosial masyarakat melalui keamanan sumber daya yang disediakan oleh ketenagakerjaan.
Melalui cara ini, pendorong ekonomi yang mengharuskan perusahaan membutuhkan karyawan dan masyarakat membutuhkan pekerjaan juga dapat mendorong keberlanjutan sosial jika ketenagakerjaan memberikan keamanan bagi masyarakat.
Namun, ekonomi pertunjukan saat ini menempatkan keberlanjutan sosial dan ekonomi pada posisi yang berseberangan. Ekonomi pertunjukan menyebabkan banyak orang berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi perusahaan tanpa menerima jaring pengaman sosial yang biasanya disediakan oleh pekerjaan sebagai imbalannya.
Upaya untuk menjadi lebih berkelanjutan secara lingkungan juga dapat menguntungkan keberlanjutan ekonomi suatu organisasi. Misalnya, mendaur ulang bahan-bahan berharga, seperti limbah elektronik dan limbah tekstil, dapat menurunkan biaya operasional dan mengurangi intensitas ekstraksi sumber daya yang diperlukan untuk mempertahankan bisnis.
-
Keberlanjutan lingkungan
Keberlanjutan lingkungan berfokus pada kesejahteraan lingkungan. Pilar ini mencakup kualitas air, kualitas udara, dan pengurangan stresor lingkungan, seperti emisi gas rumah kaca.
Kesehatan manusia sangat bergantung pada kualitas lingkungan seseorang, yang secara tidak terpisahkan menghubungkan kesehatan manusia dan keadaan lingkungan.
Oleh karena itu, upaya untuk melestarikan dan memulihkan lingkungan juga bermanfaat bagi manusia.
Lingkungan juga menyediakan sumber daya alam yang diperlukan untuk mendorong keberlanjutan ekonomi. Perusahaan bergantung pada ekstraksi sumber daya alam agar dapat berkelanjutan secara ekonomi.
Upaya untuk mengekstraksi sumber daya pada tingkat yang berkelanjutan bagi lingkungan juga akan memberikan keberlanjutan ekonomi melalui ketersediaan sumber daya yang berkelanjutan.








