Memperkuat Bank Sampah demi Memenuhi Kebutuhan Bahan Baku Industri Domestik

Klikhijau.com - Di masa pandemi Covid 19, kegiatan ekonomi dalam pengelolaan sampah merupakan salah satu kegiatan yang terbukti tahan banting. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Samp...

Memperkuat Bank Sampah demi Memenuhi Kebutuhan Bahan Baku Industri Domestik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Di masa pandemi Covid 19, kegiatan ekonomi dalam pengelolaan sampah merupakan salah satu kegiatan yang terbukti tahan banting.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (Dirjen PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati pada rapat terbatas dengan pengelola bank sampah di Makassar, 24 Mei 2021.

Pertemuan terbatas ini sekaligus mendengarkan cerita dari pengelola bank sampah selama pandemi. Rosa Vivien memberi semangat pada para pegiat bank sampah untuk terus berprogres meski tantangan yang dihadapi tidaklah mudah saat ini.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) perekonomian Indonesia kuartal III 2020 pada 5 November 2020, dari 17 lapangan usaha yang ada, 7 sektor masih tumbuh positif dimana salah satunya adalah sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, dan limbah, yang tumbuh sangat tinggi, yaitu 6,04%.

Sektor daur ulang sampah dalam hal ini bank sampah juga termasuk yang cukup eksis di masa pandemi.

Data bank sampah

“Kita ketahui bersama bahwa KLHK membangun sistem pendataan bank sampah berbasis website untuk mendukung fungsi Bank Sampah dalam konsep circular economy melalui penyediaan data sebaran, data kinerja dan data kemampuan bank sampah sebagai penyedia bahan baku bagi daur ulang,” kata Vivien.

Website bank sampah simba.id hingga saat ini masih dalam proses penginputan data melalui DLH kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data yang tercatat dalam aplikasi simba.id, hingga saat ini terdapat 11.540 bank sampah yang sudah terbentuk.

Selama pandemi hanya terdapat sekitar 37% bank sampah yang aktif yang terdiri dari 151 Bank Sampah Induk dan 4.061 Bank Sampah Unit. Data ini berasal dari 368 kab/kota.

“Nasabah kami mulai berkurang selama pandemi. Banyak nasabah yang tidak aktif melakukan pemilahan sampah karena takut terpapar virus,” kata Siti Saenab, seorang pegiat bank sampah yang hadir dalam diskusi terbatas.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2