Memerangi Kelicikan Mikroplastik yang Diam-Diam Merasuk ke Dalam Tubuh

oleh -7 kali dilihat
Udara Perkotaan di Indonesia Disesaki Mikroplasti, Ini 3 Penyebabnya!
Ilustrasi - Foto: Unsplash

Klikhijau.com – Dengan ukuran yang super kecil. Mikroplastik leluasa bergerak ke mana saja seperti siluman. Bahkan telah merasuk ke dalam darah, air susu ibu (ASI), jaringan janin, sperma hingga muncul dalam sel kanker.

Keberadaannya pada sel-sel kanker terbilang baru. Hal ini diungkapkan oleh dr. Joseph Salhab yang merupakan ahli gastroenterologi dan pembuat konten kesehatan yang berbasis di Florida

Menurut Salhab, partikel-partikel mikroplastik  telah ditemukan di sel-sel kanker, bahkan usus besar ditemukan memiliki kadar mikroplastik yang lebih tinggi di dalamnya dibandingkan dengan jaringan di sekitarnya.

KLIK INI:  Menanti Pengembangan Susu Ikan sebagai Alternatif Nutrisi Berbasis Hidrolisat Ikan

Salhab juga menyoroti bahwa beberapa kantong teh mungkin mengandung lapisan plastik, yang dapat melepaskan mikroplastik saat terkena air panas, dan merekomendasikan untuk beralih ke teh daun lepas (teh tubruk) dan menyeduhnya dengan penyaring teh dari baja tahan karat, atau memilih opsi bebas plastik seperti kantong teh katun.

Perihal keberadaan mikroplastik di dalam kantong teh, telah banyak diulas. Sahabat hijau bisa membaca INI dan INI.

Melihat pergerakan mikroplastik yang semakin liar dan “licin”, Salhab membagi beberapa tips untuk memeranginya, di antaranya tidak menggunakan wadah penyimpanan makanan berbahan plastik, karena dapat meningkatkan paparan mikroplastik, terutama jika digunakan untuk menyimpan atau memanaskan kembali makanan panas.

KLIK INI:  6 Tips Memilih Tisu untuk Kesehatan dan Lingkungan Lestari

“Singkirkan wadah penyimpanan makanan plastik. Simpan makanan dalam wadah kaca, silikon, atau baja tahan karat sebagai gantinya, dan hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik,” katanya dinukil dari Newswise

Selain ini, ia juga mengingatkan agar kita mengurangi penggunaan peralatan dapur berbahan plastik seperti talenan, plastik pembungkus makanan, dan peralatan makan yang sudah usang.

Lebih lanjut, Salhab  merekomendasikan untuk beralih ke air keran yang telah disaring, jika perlu, ia menyarankan untuk merebus air terlebih dahulu dan kemudian menyimpannya dalam wadah kaca atau baja tahan karat untuk meminimalkan paparan mikroplastik.

KLIK INI:  Mencemaskan, Sungai Jeneberang Tercemar Mikroplastik

Untuk makanan, sebaiknya menyiapkan makanan sendiri juga meminimalisasi ketergantungan makanan kemasan. Makanan kemasan selalu identik dengan plastik.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan paparan mikroplastik adalah menggunakan alat pembersih udara HEPA dan penyedot debu. Hal tersebut menurutnya efektif menjebak partikel halus dan meminimalkan penumpukan debu rumah tangga di dalam ruangan.

Sahabat hijau bisa menerapkan saran dari Salhab untuk memerangi mikroplastik yang telah mengepung dari berbagai arah, agar terhindar masuk ke dalam tubuh dan berpotensi mengacaukan kesehatan kita.

KLIK INI:  Tidak Terduga, Ini 9 Sumber Mikroplastik yang Patut Diwaspadai