Netizen Sambut Baik Program “Kemenhut Ramah Hewan”

oleh -25 kali dilihat
7 Fakta Perihal Kucing Kesayangan yang Perlu Dimengerti
Kucing - Foto: Pixabay

Klikhijau.com – Pernahkah sahabat hijau membayangkan atau memiliki niatan mentraktir kucing liar? Jika pernah, itu bisa segera terwujud jadi nyata.

Ada program terbaru dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Namanya “Kemenhut Ramah Hewan”. Program ini diresmikan langsung oleh  Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di dampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz, 12 Maret 2026.

Salah satu tujuan program ini adalah bertujuan untuk mengelola keberadaan kucing liar secara lebih tertib, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan satwa.

Program ini mendapat sambutan hangat dari warganet di Instagram. Banyak yang berterima kasih atas lahirnya ide tersebut.

KLIK INI:  Penggunaan Ponsel Dapat Mengganggu Tidur dengan Berbagai Cara

“Terima kasih pak buat perhatiannya, semoga bisa disusul sama yg lain,” tulis @thepe ***

Setuju bangett sama program2nya terutama yg sterilisasi. Beberapa waktu lalu ada orang buang induk dan 3 anaknya didepan rumahku. Akhirnya untuk sementara aku beri mereka tempat tinggal dan makanan sampai ada adopter. Rencanaku kalau gak ada yg adopsi mau aku steril terutama induknya dulu. Doakan semoga ada yg mau adopsi mereka,” tambah @unfa***

“terima kasih paaakk, semoga bisa merambah ketempat lain yaa titik stray feeding spotnya. soalnya kadang gk enak juga sm sekitar kalo naro makanan kucing gitu aja, misal kyk di halte atau di stasiun. takutnya dianggap ngotorin tempat umum.” komen @calla***

Program ini memang ditandai dengan peluncuran 10 titik stray feeding spot bertajuk “Tempat Traktir Kucing” yang tersebar di berbagai area kantor Kementerian Kehutanan.

KLIK INI:  Kelam di Balik Keindahan: Puspa dan Satwa dalam Ancaman Deforestasi

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program sterilisasi, trap-neuter-release (TNR), serta vaksinasi rabies bagi kucing liar yang berada di lingkungan kantor.

Peresmian program Kemenhut Ramah Hewan bekerjasama dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta, komunitas pecinta hewan, tenaga medis hewan, serta sejumlah pegawai Kementerian Kehutanan yang turut berpartisipasi dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang ramah satwa.

Langkah nyata Kementerian Kehutanan dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya bersih dan nyaman, tetapi juga ramah terhadap satwa salah satunya dengan mencintai kucing liar yang hidup di sekitar kawasan perkantoran.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Kehutanan memiliki satwa-satwa karismatik seperti gajah, harimau, tapir dan lain sebagainya.

KLIK INI:  Saatnya Menempatkan Masyarakat sebagai Pelaku Utama Pelestarian Hutan Indonesia

Sebanyak 10 titik “Tempat Traktir Kucing” telah dipetakan di beberapa lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya kucing di area Kementerian Kehutanan. Tempat khusus ini disediakan untuk menata aktivitas pemberian pakan agar lebih terarah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Selain peresmian titik pemberian pakan, kegiatan ini juga menghadirkan layanan sterilisasi gratis bagi 100 ekor kucing jantan serta vaksinasi rabies gratis bagi 100 ekor kucing. Program ini bertujuan untuk mengendalikan populasi kucing liar secara bertanggung jawab sekaligus menjaga kesehatan satwa dan lingkungan sekitar.

Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa kepedulian terhadap satwa dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan terdekat

“Hal-hal besar sering kali dimulai dari hal-hal kecil, jika kita ingin berbicara tentang melindungi satwa dan lingkungan, maka kita bisa memulainya dari tempat kita sendiri, termasuk di lingkungan Kementerian Kehutanan,” ujarnya.

KLIK INI:  Perihal Tapir, Satwa Aneh yang Memiliki Hari Istimewa Tersendiri

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga mengajak seluruh pegawai Kementerian Kehutanan untuk memperlakukan satwa, khususnya kucing, dengan lebih baik dan penuh tanggung jawab.

Program “Kemenhut Ramah Hewan” diharapkan dapat menginspirasi institusi pemerintah dan masyarakat luas untuk turut berperan dalam pengelolaan kucing liar agar terciptanya lingkungan yang harmonis antara manusia, satwa, dan alam.

Kucing-kucing yang hidup di sekitar kita sering kali harus bertahan di tengah keterbatasan. Meski tidak memiliki rumah tetap, keberadaan mereka menjadi pengingat bahwa setiap makhluk hidup berhak mendapatkan kepedulian dan perlakuan yang lebih baik.

Semoga program ini terus berlanjut dan memberi dampak baik bagi kucing liar dan lingkungan. Untuk membantu program ini berjalan. Sahabat hijau bisa mengikuti cara @aida*** yang siap menyumbang  makanan tiap bulan, “Alhamdulillah, terimakasih ya pak, kalo bisa disetiap daerah pak please pak. Gpp saya tiap bulan nyumbang makanan,” tulisnya.

KLIK INI:  Gerimis dan Bunga Pagoda yang Menggoda Troides Helena