Melacak Penyebaran Penyakit Kupu-Kupu Melalui Koleksi Museum

Klikhijau.com –  Kupu-kupu meski telah mati. Tetap menyimpan keindahan yang memesona.  Sayapnya yang berwarna-warna dengan pola yang unik membuatnya menjadi barang koleksi. Salah satu tempat yang m...

Melacak Penyebaran Penyakit Kupu-Kupu Melalui Koleksi Museum
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Kupu-kupu meski telah mati. Tetap menyimpan keindahan yang memesona.  Sayapnya yang berwarna-warna dengan pola yang unik membuatnya menjadi barang koleksi.

Salah satu tempat yang menyimpan koleksi kupu-kupu adalah museum. Di mana pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan dan keunikannya. Tetapi, juga dapat menjadi bahan pembelajaran atau penelitian.

Sebuah studi baru dari University of Georgia bahkan meneliti bagaimana spesimen museum dapat digunakan untuk melacak penyebaran penyakit kupu-kupu.

Studi yang dipublikasikan dalam Ecological Entomology itu mengungkapkan bahwa salah satu penyakit itu adalah Ophryocystis elektroscirrha (OE), yakni parasit protozoa yang dapat menghambat pertumbuhan dan kemampuan terbang kupu-kupu.

[irp]

Ulat dapat terinfeksi dengan memakan spora di permukaan tanaman, dan infeksi yang diakibatkannya dapat berlanjut hingga dewasa.

OE jarang membunuh korbannya secara langsung, karena bergantung pada kupu-kupu dewasa untuk menyebarkan sporanya. Meski begitu, diperkirakan jutaan kupu-kupu raja tidak dapat bertahan hidup dalam migrasi tahunannya karena infeksi.

“Banyak orang tidak menganggap kupu-kupu bisa sakit, tetapi kupu-kupu dan serangga lain dapat menjadi inang bagi mikroba yang menyebabkan masalah bagi mereka,” kata Sonia Altizer , Martha Odum Distinguished Professor di Odum School of Ecology, UGA dan penulis korespondensi studi tersebut.

“Rasanya seperti menderita penyakit seumur hidup yang melemahkan dan membuat Anda lebih sulit bepergian dan bekerja, tetapi tidak serta merta membunuh Anda,” lanjutnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: