Melacak Penyebaran Penyakit Kupu-Kupu Melalui Koleksi Museum

Klikhijau.com –  Kupu-kupu meski telah mati. Tetap menyimpan keindahan yang memesona.  Sayapnya yang berwarna-warna dengan pola yang unik membuatnya menjadi barang koleksi. Salah satu tempat yang m...

Melacak Penyebaran Penyakit Kupu-Kupu Melalui Koleksi Museum
Bacakan Artikel

[irp]

Mempelajari  ribuan spesimen kupu-kupu

Sebanyak hampir 3.000 spesimen kupu-kupu dari lima museum di AS dan luar negeri, termasuk Museum Sejarah Alam Georgia yang dipelajari oleh para peneliti.

Hasilnya, lima dari 61 spesies kupu-kupu yang mereka ambil sampelnya ditemukan terinfeksi, dengan kasus-kasus yang terjadi sejak tahun 1909, 60 tahun sebelum deskripsi pertama yang dipublikasikan tentang OE pada raja dan ratu. Studi ini juga berisi infeksi pertama yang dilaporkan pada raja Jamaika.

Spesimen kupu-kupu tersebut berasal dari seluruh dunia dan dikumpulkan dari tahun 1832 hingga 2019. Karena spesimen tersebut sangat rapuh, para peneliti harus menggunakan teknik khusus agar tidak rusak.

Ketika kupu-kupu terinfeksi OE, spora parasit muncul di bagian luar tubuh mereka. Para peneliti mengumpulkan sampel dengan cara memutar kain penyeka serat secara hati-hati ke tubuh dan mengambil sampel sisik kupu-kupu. Sisik tersebut kemudian dapat dipindahkan ke slide kaca dan diperiksa di bawah mikroskop.

[irp]

Penelitian ini difokuskan pada kupu-kupu milkweed, karena kupu-kupu ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan raja serta ratu kupu-kupu sudah diketahui rentan terhadap penyakit ini. Kelompok kupu-kupu ini mendapatkan namanya karena memakan milkweed dan memusatkan racun tanaman tersebut di dalam tubuh mereka untuk melindungi diri dari predator.

Dengan menggunakan kelompok ini, para peneliti menemukan bukti infeksi di Amerika, Eropa, Asia, Afrika, dan Oseania. Namun, lokasi infeksi kupu-kupu bervariasi, bahkan dalam spesies yang sama.

"Ada banyak tempat di mana spesies ini diambil sampelnya tanpa infeksi, meskipun ada tempat lain di mana mereka ditemukan," kata Altizer.

"Ada banyak variasi geografis dalam setiap spesies terkait tempat infeksi terdeteksi," lanjutnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: