Makassar, Kota yang Dikepung DAS Bermasalah

Makassar, Klikhijau.com - Banjir yang menerjang beberapa daerah di Sulawesi Selatan sepekan terakhir cukup menghawatirkan. Tiga daerah terkena dampak banjir paling berat yakni Kota Makassar, Maros, Go...

Makassar, Kota yang Dikepung DAS Bermasalah
Bacakan Artikel

Kepala Pusat Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si, membeberkan fakta apa adanya tentang kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengepung kota Makassar dan sekitarnya.

Selain kondisi tutupan lahan dan DAS yang bermasalah, Darhamsyah juga menyoroti kebijakan pembangunan yang kontra produktif dengan masalah lingkungan. โ€œMall MTOS di Jalan Perintis Kemerdekaan adalah contoh bangunan yang tidak peduli lingkungan,โ€ imbuhnya.

[irp posts="1260" name="P3E Suma Gelar Diskusi Kritis Perihal Pengendalian Banjir"]

DAS yang dipulihkan daya dukungnya

Dalam catatan P3E Suma, terdapat 5 (lima) Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melewati wilayah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros. Ada 3 dari 5 DAS yang mengepung kota Makassar ternyata masuk kategori DAS yang dipulihkan daya dukungnya. Yakni DAS Jeneberang, DAS Tallo, dan DAS Maros.

Grafik rawan bencana banjir

Berdasarkan PP 37 tahun 2012 tentang pengelolaan DAS, yang dimaksud dengan DAS yang dipulihkan daya dukungnya adalah DAS yang kondisi lahan, kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air, sosial ekonomi, investasi bangunan air, dan pemanfaatan ruang wilayah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pendeknya, kota Makassar dan sekitarnya dikepung DAS dengan kondisi buruk.

Berdasarkan Pasal 18 Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dimana Pemerintah menetapkan dan mempertahankan kecukupan luas kawasan hutan dan penutupan hutan minimal 30% (tiga puluh persen) dari luas daerah aliran sungai (DAS), dan atau pulau dengan sebaran yang proporsional guna optimalisasi manfaat lingkungan, manfaat sosial, dan manfaat ekonomi masyarakat setempat.

Faktanya, DAS Jeneberang, DAS Tallo, dan DAS Maros penutupan hutan pada ketiga wilayah DAS tersebut kurang dari 30% atau didominasi oleh tutupan lahan non hutan. Bahkan, dalam kondisi sangat kritis hanya sekitar 19 % saja.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: