Leko Kole, Cara Alumni IKAMAYA Membayar Kebaikan Alam

Klikhijau.com - Alumni Ikatan Mahasiswa Manggarai Raya Yogyakarta (IKAMAYA) mengadakan kegiatan Akbar Temu Alumni pada tanggal 30 April 2022 sampai dengan tanggal 1 Mei 2022, bertempat di Labuan Bajo,...

Leko Kole, Cara Alumni IKAMAYA Membayar Kebaikan Alam
Bacakan Artikel

Hal senada disampaikan Ketua Panitia Ibu Ondik Ndagu, menurutnya, penanaman pohon merupakan wujud nyata kepedulian IKMAYA terhadap lingkungan.

Ia berharap, alumni IKAMAYA menjadi penyelamat lingkungan dengan menanamkan pohon di tempat tinggalnya masing-masing.

Tentang leko kole

Sementara itu, Seksi Kegiatan Penanaman pohon, Yuvens Janggat menjelaskan, IKAMAYA merupakan ikatan keluarga pelajar dan mahasiswa Manggarai Raya(Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur) yang pernah menempuh pendidikan di Yogyakarta. IKAMAYA berdiri sejak tahun 1950.

Dikatakannya, bertepatan dengan diselenggarakannya reuni Akbar 2022 , IKAMAYA menentukan satu sikap dalam mendukung pengurangan pemanasan global dan mengantisipasi perubahan iklim dengan cara menanam pohon.

"Untuk itu semua peserta sepakat melakukan aksi nyata menanam pohon. Setelah mendapat persetujuan dari pemerintah Manggarai Barat, maka lokasi penanaman pohon dilaksanakan di Hutan kota Labuan Bajo," jelas Yuvens.

Ketua LSM Sejahtera Desaku itu memaparkan, para alumni IKAMYA sepakat bahwa gerakan menanam pohon mengusung tema dalam bahasa Manggarai yaitu "Leko Kole", Leko= Membayar, bayar, dibayar, sedangkan Kole=Kembali, mengulang, ulang, sehingga  Leko Kole berarti membayar kembali atau dalam konteks kegiatan alumni IKAMAYA berarti membayar kembali, membalas jasa alam dan lingkungan dengan menanam pohon.

Yuvens mengatakan, "Leko Kole"merupakan hasil refleksi para alumni IKAMAYA. "Banyak pohon yang ditebang untuk membuat rumah para alumni, sudah saatnya di bayar kembali ke alam dengan cara menanam pohon," tegasnya.

Alasan di balik penanaman pohon salam

Dijelaskannya, para alumni memilih menanam sebanyak 200 bibit pohon salam.   Mengapa harus pohon salam?, Pohon salam memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Selain  menghasilkan oksigen, kayu dan daun salam, dijadikan bumbu dapur, bahkan daunnya bisa dibuat teh, sedangkan kulit pohonnya bisa digunakan untuk mewarna tekstil.

"Buah pohon salam juga merupakan sumber makanan bagi burung dan beberapa binatang hutan," ujar Yuvens.

Ia melanjutkan, dalam pelaksanaan penanaman pohon. Para alumni menggunakan teknologi tanam hemat air. Bahan yang digunakan ialah popok bayi atau pampers atau biasa dikenal dengan sebutan diapers. Popok bekas pakai ini, kata dia, sebagai medium untuk merubah sifat air dari mudah mengalir menjadi  tidak mudah mengalir.

Yuvens memaparkan, Popok yang sering digunakan adalah popok sekali pakai. Karena sekali pakai maka setelah dipakai dibuang di tempat sampah. "Semakin tinggi angka kelahiran maka semakin tinggi popok bayi yang digunakan, semakin tinggi popok yang digunakan maka semakin tinggi juga sampah yang dihasilkan," jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, untuk mengurangi  jumlah sampah dari popok bayi, maka popok bayi harus dimanfaatkan sebagai alternatif media tanam. "Kandungan yang ada pada limbah popok bayi, bisa kita olah kembali agar limbah popok bayi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media tanam," ucapnya.

Popok bayi, kata dia, memiliki kandungan hydrogel, yaitu gel yang dapat menyerap air atau menyimpan air. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media tanam, agar lebih lembap atau mampu menyimpan air, dalam waktu cukup lama dan baik untuk tanaman.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2