Menyelamatkan Hutan dengan Daging Alternatif Berbasis Jamur

Klikhijau.com – Florian Humpenöder berpendapat bahwa berkurangnya jumlah ternak tidak hanya mengurangi tekanan pada lahan. Namun, juga mengurangi emisi metana dari rumen ternak dan emisi nitrit oksida...

Menyelamatkan Hutan dengan Daging Alternatif Berbasis Jamur
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Florian Humpenöder berpendapat bahwa berkurangnya jumlah ternak tidak hanya mengurangi tekanan pada lahan. Namun, juga mengurangi emisi metana dari rumen ternak dan emisi nitrit oksida dari pemupukan pakan atau pengelolaan kotoran ternak.

Pendapat peneliti dari Potsdam Institute for Climate Impact Research atau Institut Penelitian Dampak Iklim (PIK) Potsdam itu didukung oleh data penelitian yang dilakukannya. Humpenöder adalah  pemimpin penelitian yang dilakukan oleh PIK dan diterbitkan oleh jurnal Nature.

Para peneliti tim tersebut menemukan pada tahun 2050 mendatang, dengan mengganti 20 persen daging dari sapi dengan protein mikroba (alternatif untuk daging yang diproduksi di tangki fermentasi). Terbukti dapat dapat mengurangi deforestasi dan emisi gas rumah kaca hingga setengahnya, sehingga memberikan bantuan yang signifikan dalam mitigasi perubahan iklim.

“Sistem pangan adalah akar dari sepertiga emisi gas rumah kaca global. Dengan produksi daging ruminansia menjadi satu-satunya sumber terbesar,” kata Humpenöder.

[irp]

Salah satu penyebab pemanasan global adalah peternakan. Karena semakin banyak hutan yang dibuka—padahal hutan adalah penyimpan banyak karbon, maka pemanasan global semakin menjadi-jadi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: