Kisah Maria, Mualaf di Usia Senja dan Pohon Zaitun untuk Palestina

Klikhijau.com โ€“ Sejak kecil Maria tak pernah mengenal siapa orang tua kandungnya. Ia sebatang kara, menghabiskan waktunya di panti asuhan hingga usia 15 tahun di Liverpool, Inggris. Setelah beranja...

Kisah Maria, Mualaf di Usia Senja dan Pohon Zaitun untuk Palestina
Bacakan Artikel

Sesaat sebelum bersyahadat, Mariam ditanyai tentang keluarganya. Ia menuturkan bahwa ia hidup sendiri, tidak memiliki keluarga. Penjelasan Mariam membuat yang hadir terharu dan terunyah. Ia datang sendiri memeluk Islam di usianyaย  yang telah senja.

Pohon zaitun untuk palestina

Setelah resmi menjadi mualaf, dukungan terus mengalir kepada Maria.ย  Para aktivis RIC menggalang donasi atas nama Maria. Maria merasa sangat bahagia atas inisiatif tersebut. Ia merasa benar-benar menemukan rasanya memiliki keluarga.

Mualaf seperti Mariam yang telah berusia senja butuh pendampingan dan persahabatan. Hal ini disadari belut olehย  pihak RIC.

Karena itulah, pihak RIC menggalang donasi Mariam, diniatnya sebagai bantuan rutin keuangan yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari sang mualaf.

Dan hal yang tak terduga dari donasi yang terkumpul atas namanya itu, Maria tak ingin menggunakannya untuk dirinya sendiri.

Sebagian dari donasi itu disalurkan dalam bentuk pembelian pohon zaitun seharga 10 poundsterling (sekitar Rp 188 ribu).

[irp]

Hal mengesankan dari Mariam, pohon-pohon yang dibeli itu bukan untuknya, melainkan warga Palestina.

Maria mengusulkan hal ini agar sedekahnya pun sampai kepada orang-orang yang lebih membutuhkan, yakni rakyat Palestina.

Ramadhan tahun ini, RIC berharap dapat mengumpulkan donasi atas nama Mariam hingga belasan juta rupiah sekitar 600 poundsterling yang akan dibelikan pohon zaitun.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: