Kisah Diah, Perempuan yang Teliti Bambu Selama 39 Tahun

Klikhijau.com โ€“ Diah menghabiskan waktunya selama 39 tahun meneliti bambu. Waktu yang tentu saja tidak sedikit. Bambu yang kerap kita anggap sepele, ternyata memiliki kerumitan untuk mengungkapkan...

Kisah Diah, Perempuan yang Teliti Bambu Selama 39 Tahun
Bacakan Artikel

Katanya, ia telah menemukan 14 produk turunan bambu tabah yang berguna bagi kehidupan manusia. Di antaranya rebung vakum, rebung botol, rebung kulit, rebung polich, rebung kupas, arang bambu, briket bambu, dua produk teh daun bambu, probiotik, pupuk, asap cair bambu tabah untuk pestisida, sabun cuci, dan sabun mandi.

Tanaman penyerap air

Diah yang merupakan Ketua Pusat Penelitian Bambu Universitas Udayana, juga mengaku memiliki 24 kelompok binaan dengan jumlah anggota mencapai 1.150 orang.

โ€œSejak 39 tahun lalu saya fokus melakukan penelitian di bambu. Bahkan, satu-satunya pusat penelitian bambu di Indonesia hanya ada di Universitas Udayana. Di Bali, tumbuh-kembang tanaman bambu berada di Gianyar dan Tabanan," tutur Diah di Gianyar, Jumat, 27 Desember 2019.

Menurutnya, tak semua tanaman bambu bisa menghasilkan produk turunan. Hanya jenis bambu tabah saja yang bisa menghasilkan produk turunan yang bisa digunakan untuk kehidupan manusia. Di sisi lain, Diah menyebut tanaman bambu juga merupakan tanaman yang paling banyak menyerap air.

[irp]

"Kalau kita tanam bambu setahun atau dua tahun misalnya, maka akan ada penguatan mata air. Fungsi tanaman bambu kan memang untuk menyerap air dengan serabut akarnya yang luar biasa itu. Lahan kritis kalau ditanami bambu itu bisa menyelematkannya," kata dia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: