Ketepeng Cina, Tanaman Liar yang Ditakuti Kurap dan Panu

Klikhijau.com – Ketepeng Cina (Cassia alata) merupakan tumbuhan liar yang dikenal turun-temurun sebagai tanaman herbal khususnya untuk mengatasi penyakit kulit. Saya mengenal tanaman ini sejak keci...

Ketepeng Cina, Tanaman Liar yang Ditakuti Kurap dan Panu
Bacakan Artikel

Senyawa yang terkandung di dalam daun Cassia alata yaitu emodin, aloe-emodin dan krisopanol yang dilaporkan mempunyai aktivitas penghambatan terhadap virus genus flavivirus yaitu Japanese Encephalitis Virus.

Penelitian Marissa menyimpulkan bahwa ekstrak etanol dari daun Cassia alata mengandung senyawa turunan flavonoid dan senyawa lainnya. Senyawa ini juga terbukti dapat menghambat infeksi virus dengue berdasarkan uji in vitro pada tingkat sel dan in silico dengan melihat interaksi dengan protein virus dengue.

Dari hasil uji coba menggunakan mencit juga didapat hasil bahwa ekstrak Cassia alata berhasil dapat menurunkan jumlah virus, meningkatkan jumlah trombosit, memperbaiki kadar komponen sistem imunitas seperti Interleukin-6 dan 10 (IL-6 & IL-10), dan terlebih tidak memiliki efek toksik pada hewan coba.

[irp]

Penelitian Adi Nugraha Dj Anwar dari Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung juga menemukan bahwa Cassia alata dapat digunakan sebagai obat secara tradisional.

Hal itu karena kandungan kimia yang terdapat di dalamnya seperti rein aloe emodina, rein aloe emodina diantron, rein aloe emodina asam krisofanat (dehidroksi metil antroquinone) dan tannin.

Selain itu, ada pula senyawa alkaloida, flavonoida, dan antrakuinon pada tanaman ini. Kandungan antrakuinon memiliki sifat antifungi yang bekerja secara fungistatik dengan cara menghambat pertumbuhan hifa jamur, sehingga pertumbuhan jamur terhenti.

Dengan keberadaan zat fungistatik, sel jamur akan menjadi sensitif terhadap perubahan lingkungan dan sel jamur menjadi mudah mati.

Adi Nugraha menyebut bahawa untuk cara penggunaan daun ketepeng cina secara tradisional adalah dengan cara digerus yang kemudian ditambahkan sedikit air lalu digosokan pada daerah permukaan kulit yang terkena jamur.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: