Kenali 12 Jenis Kayu Langka di Indonesia yang Kelak Bakal Dirindukan

Klikhijau.com โ€“ Indonesia memiliki beragam jenis kayu langka atau pohon endemik yang keberadaanya semakin terancam. Selain karena maraknya aksi pembalakan liar, kelestarian kayu langka tersebut tidak...

Kenali 12 Jenis Kayu Langka di Indonesia yang Kelak Bakal Dirindukan
Bacakan Artikel

[caption id="attachment_17572" align="alignnone" width="448"]Pohon pelahlar Pohon Pelahlar - Foto/Mongabay[/caption]

Pohon atau kayu pelahlar (Dipterocarpus littoralis). Jenis ini dapat hidup di hutan campuran dataran rendah, di punggung bukit, lereng dan pinggiran aliran air, serta pada substrat tanah bukit kapur di Nusakambangan bagian barat.

Kayunya digunakan untuk bahan bangunan, pembuatan kapal dan pertukangan, sedangkan resinnya untuk memakal perahu/menutup celah-celah kayu.

Pelahlar termasuk kategori Kritis (CR;ย Critically Endangered)ย menurut IUCN. Pelahlar dapat mencapai tinggi 50 m dan berdiameter lebih dari 150 cm.

Resak brebas atau Pelahlar laki

[caption id="attachment_17573" align="alignnone" width="336"]kayu atau pohon Vatica-javanica_-T-Kalima Resak brebas - Foto/KLHK[/caption]

Namanya pohon resak brebas atau pelahlar laki (Vatica javanica ssp. Javanica). Jenis ini termasuk Kritis (CR;ย Critically Endangered) menurut IUCN dan tingginya hingga 27 m dengan diameter 25 cm.

Jenis ini dilaporkan hanya tumbuh di hutan primer atau sekunder tua pada ketinggian 250-900 m di daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Kayu jenis ini umum digunakan untuk konstruksi bangunan.

[irp]

Saninten atau berangan

[caption id="attachment_17588" align="alignnone" width="448"]Castanopsis-argentea_Sulistyono Castanopsis-argentea_Sulistyono dari Mongabay[/caption]

Nama lokalnya saninten dan berangan (Castanopsis argentea). Pohon ini tumbuh di hutan perbukitan hingga pegunungan sawah di Sumatera dan Jawa. Walau statusnya belum dinilai IUCN, namun keberadaannya juga mulai langka,

Saninten dimanfaatkan kayu dan buahnya oleh manusia, juga menjadi pakan alami bagi beragam satwa liar hutan terutama primata. Saninten memiliki peran dan banyak manfaat dalam ekosistem hutan.

Resak banten atau kokoleceran

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: