Kebiasaan Ramah Lingkungan yang Patut Ditiru dari Dua Aktivis Perempuan di Bulukumba

Klikhijau.com - Perempuan dan bumi merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Mungkin bukan kebetulan pula sehingga hari Kartini berdekatan dengan hari bumi. Dengan berbagai keunikannya, perempuan dal...

Kebiasaan Ramah Lingkungan yang Patut Ditiru dari Dua Aktivis Perempuan di Bulukumba
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Perempuan dan bumi merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Mungkin bukan kebetulan pula sehingga hari Kartini berdekatan dengan hari bumi.

Dengan berbagai keunikannya, perempuan dalam rumah tangga memiliki pengaruh dalam mewujudkan kebahagiaan dan keutuhan keluarga. Perempuan dengan label istri dan ibu dalam keluarga, mengemban amanah yang sangat besar.

Mereka harus menjadi parnert bagi suami dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Juga akan menjadi madrasah pertama bagi keturunannya. Mereka akan menjadi pendidik abadi untuk generasi-generasi baru, demi kehidupan mendatang.

Bukan hanya di dalam rumah tangga, perempuan juga memiliki peran penting dalam lingkungan sosialnya. Peran perempuan dalam masyarakat tidak boleh dianggap sepele, mereka memiliki kedudukan yang setara dalam segala aspek kehidupan, termasuk di bidang lingkungan.

Singkat kata, peran perempuan dalam perubahan sangat penting. Mereka dapat menjadi contoh untuk komunitasnya, bahkan dalam masyarakat. Di Bulukumba Sulawesi Selatan, ada sejumlah aktivis perempuan yang sekaligus menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam keseharian.

Siapa mereka dan apa aksinya?

Rifa Kinanggi, Ketua Komunias Sepedawati

Rifa Kinanggi (38), seorang perempuan aktif yang juga ketua komunitas Sepedawati di Kabupaten Bulukumba. Bagi Rifa, bumi yang dihuni adalah warisan bagi anak cucu.

Olehnya itu, perwujudan dari semangat emansipasi wanita yang diperjuangkan oleh RA Kartini di masa kini khsususnya terkait isu lingkungan adalah agar segenap kaum perempuan dapat turut berpartisipasi secara aktif pada berbagai upaya pelestarian alam.

“Dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut membantu memperbaiki ekosistem alam ini, bisa diimulai dari diri sendiri. Sebisa mungkin setiap individu mampu menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Rifa juga menyarankan pentingnya perempuan ikut andil dalam mengurangi atau bahkan menghindari penggunaan barang non reusable yang berbahan dasar plastik. Kegiatan ini bisa menjadi kebiasaan yang positif jika dilakukan secara intens.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2