Ekosistem, Pengertian, Jenis dan Manfaatnya bagi Kehidupan

oleh -413 kali dilihat
Ekosistem, Pengertian, Jenis dan Relasinya Satu dengan Lain
Eksotika Tanaman di Halaman Rumah Keluarga Eko Budiharto di Bumi Sudiang Permai (Peruman Sudiang)

Klikhijau.com – Dalam pengertian paling sederhana, ekosistem dapat dimaknai sebagai suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh sistem timbal balik yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungan.

Sebuah lingkungan terdiri atas bagian yang hidup (biotik) dan bagian yang tak hidup (abiotik). Bagian hidup dari lingkungan teridir dari tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya. Sedangkan bagian lingkungan yang tak hidup terdiri dari cahaya matahari, udara, tanah dan air.

Ekologi sendiri dapat dimaknai sebagai ilmu yang mempelajari relasi timbal balik antara organisme dengan lingkungan hidupnya.

Artikel ini akan memandu kita memahami jenis-jenis ekosistem, pengertian dan bagaimana membedakannya sesuai tipe dan jenisnya.

Tipe ekosistem

Bila dikaitkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, ekosistem dibagi menjadi, ekosistem alami dan ekosistem buatan.

KLIK INI:  Murah dan Efektif, Ini Khasiat Ajaib Daun Jambu Biji

Ekosistem alami adalah ekosistem yang belum pernah ada campur tangan manusia, contohnya hutan belantara di Kalimantan, Sumatera, Irian dan Sulawesi.

Sedangkan, ekosistem buatan adalah ekosistem yang sudah banyak dipengaruhi manusia misalnya kota Jakarta, atau kota lain, danau buatan, sawah dan ekosistem pertanian.

  • Ekosistem buatan

Disebut buatan karena komponen-komponennya kurang lengkap, memerlukan subsidi energi, memerlukan pemeliharaan atau perawatan, mudah terganggu dan mudah tercemar. Ekosistem buatan lebih rentang terhadap perubahan.

  • Ekosistem alami

Disebut alami karena komponen-komponennya relatif lebih lengkap, tidak memerlukan pemeliharaan atau subsidi energi karena dapat memelihara dan memenuhi sendiri, dan selalu dalam keseimbangan.

KLIK INI:  Kabar Baik, Populasi Burung Curik Bali Meningkat di Kawasan TN Bali Barat

Ekosistem ini lebih mantap, tidak mudah terganggu, tidak mudah tercemar, kecuali jika ada bencana alam. Perlu diketahui pula bahwa batas dari ekosistem dapat ditinjau dari kelengkapan komponen yang ada.

Selama masih ada komponen-komponen ekosistem di dalamnya, maka lokasi tersebut dapat disebut ekosistem. Dalam konteks ini, ekosistem dapat dibagi menjadi ekosistem lengkap dan ekosistem tidak lengkap. Berdasarkan habitat, ekosistem dapat dibagi:

  1. Ekosistem mangrove.
  2. Ekosistem pantai.
  3. Sungai dan danau.
  4. Ekosistem rawa gambut.
  5. Ekosistem rawa air tawar.
  6. Hutan dataran rendah.
  7. Hutan dataran rendah yang tidak umum.
  8. Gunung.
  9. Gua.

Ekosistem juga dapat dibedakan berdasarkan tipe-tipe biom atau unit-unit komunitas besar, yang terdiri dari informasi vegetasi dan hewan atau unsur-unsur lainnya.

Biom adalah sekelompok ekosistem darat pada sebuah benua yang mempunyai struktur dan fisionomi vegetasi yang sama sifat-sifat lingkungan yang sama dan mempunyai karakteristik komunitas hewan yang sama pula.

KLIK INI:  Mengenal Lebih Dekat Burung Puffin, Burung yang Alami Kematian Massal

Ekosistem ini lebih mudah dikenal, baik yang sudah mencapai fase klimaks maupun yang sedang dalam fase perkembangan serta sesuai dengan iklim regional. Indonesia memiliki beberapa tipe biom antara lain:

  1. Hutan hujan.
  2. Hutan musim.
  3. Savana.
  4. Padang rumput.
KLIK INI:  Bagaimana Kondisi Ekosistem Pesisir dan Laut Indonesia Saat Ini?
Pengamatan ekosistem

Untuk memahami secara mendalam mengenai jenis ekosistem, perlu mengamati di lapangan. Ini penting untuk membedakan mana ekosistem darat (terrestrial) dan yang mana ekosistem air (aquatik).

  • Ekosistem pekarangan

Pekarangan adalah ekosistem darat yang paling dekat dengan kita. Ekosistem pekarangan mempunyai potensi yang besar karena di sanalah terdapat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, sumber pangan, mineral, vitamin, dan protein baik yang nabati maupun yang hewani.

Di pekarangan dapat ditanam aneka tanaman hias, obat-obatan dan tanaman sayur. Segala aktivitas di pekarangan dapat meliputi aspek estetika, fungsional dan pelestarian lingkungan.

Dalam hal ini ekosistem pekarangan merupakan ekosistem buatan. Adapun ciri-ciri pekarangan sebagai ekosistem stabil bila menenuhi sebagai berikut:

  1. Permukaan pekarangan datar, karenanya tidak terdapat erosi.
  2. Tanaman di pekarangan beranekaragam, dengan tajuknya yang berlapis-lapis, sehingga dapat menahan air hujan yang jatuh.
  3. Terbentuknya iklim mikro yang lebih baik.
  4. Pembentukan humus tak terganggu dan terus mendapat tambahan bahan-bahan organis.
  5. Dapat dilaksanakan daur ulang limbah rumah tangga.
KLIK INI:  7 Jenis Bunga yang Mengiringi Jalan Samurai Musashi
  • Ekosistem kolam

Kolam termasuk ekosistem aquatik. Kolam merupakan tempat hidup hewan-hewan air dan vegetasi air. Kolam memiliki fungsi khusus seperti untuk kolam ikan hias, kolam ikan mas atau tambak.

Di dalam kolam tersebut terdapat hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Komponen-komponen kolam sebagai berikut:

  1. Senyawa-senyawa abiotik terdiri dari air, CO2, O2, Ca, Nitrogen, garam-garam fosfor, asam-asam amino, humik dan lainnya. Sebagian besar dari bahan makanan yang penting berada dalam air berbentuk larutan setiap saat dapat dimanfaatkan oleh organisme-organisme.
  2. Organisme produsen atau vegetasi air yang mempunyai dua tipe: (1) tumbuhan berakar atau terapung, biasanya hanya tumbuh pada air yang dangkal; (2) tumbuhan kecil yang terapung yang disebut phitoplankton (phyto: tumbuhan, plankton: terapung). Dalam jumlah yang banyak, phitoplankton dapat menyebabkan air kolam kelihatan hijau.
  3. Organisme-organisme makrokonsumer yang terdiri dari binatang-binatang seperti larva, serangga, krustase dan ikan. Makrokonsumer pertama yaitu herbivora yang memakan langsung tumbuhan atau sisa tumbuhan terdiri dari zooplankton (zoo:hewan, plankton: terapung). Kedua, karnivora seperti serangga pemangsa dan ikan-ikan buruan memakan makanan konsumen primer atau sekunder. Tipe konsumen lainnya yang juga penting adalah detritoviora yang hidup dari hasil pembusukan bahan organik dari lapisan-lapisan autropik di atasnya.
  4. Organisme-organisme satrotropik terdiri dari bakteri, flagellata, dan jamur yang tersebar di seluruh kolam. Beberapa bakteri dan jamur dapat menyebabkan penyakit dan menyerang organisme hidup, dan ada pula yang menyerang bangkai. Organisme-organisme tersebut memecah menjadi bagian-bagian yang kemudian terurai menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat digunakan kembali oleh vegetasi.
KLIK INI:  Daftar Lengkap Jenis Burung Dilindungi di Indonesia Terbaru dan Nama Latinnya
  • Ekosistem padang rumput

Meskipun ekosistem padang rumput berbeda dengan kolam, namun keduanya sebenarnya mempunyai struktur dasar yang sama dan berfungsi secara sama pula.

Perbedaan yang paling mencolok dari keduanya adalah pada ukuran tumbuhan hijau. Ukuran autotrof darat cenderung lebih besar, baik sebagai individu-individu dan sebagai biomas persatuan luas daerah.

Phytoplankton dari lautan terbuka atau di dalam kolam-kolam, jika dibandingkan dengan hutan belantara yang mempunyai pohon-pohon yang besar sekali akan sangat terasa perbedaannya.

Di dalam ekosistem perairan dan darat sebagian besar dari energi sinar matahari dihilangkan dalam bentuk penguapan air, dan hanya sebagian kecil atau kurang lebih 5 persen yang terikat dalam fotosintesis.

Untuk setiap gram CO2 yang diikat dalam ekosistem padang rumput atau hutan, maka sebanyak 100 gram air harus dipindahkan dari tanah, melalui jaringan-jaringan tumbuhan, seperti transpirasi.

  • Akuarium

Dalam sebuah akuarium terdapat berbagai mikroorganisme yang dapat diamati antara lain: ikan, keong, siput dan tanaman air seperti rumput belut (Vallisneria sp.). Semua yang dimasukkan dalam akuarium merupakan unsur-unsur ekosistem yang satu sama lain akan saling membutuhkan.

Sebagai contoh, jika ikan terlalu banyak dalam akuarium maka keseimbangan akan gagal terbangun karena ikan memerlukan banyak air dan organisme-organisme makanan pembantu. Seekor ikan yang ukuran sedang dapat memenuhi kebutuhannya dengan lengkap tentu memerlukan banyak air dan organisme makanan pembantu.

Demikianlah pembahasan mengenai ekosistem, pengertian ekosistem dan jenisnya. Semoga bermanfaat!

*Referensi: Zoer’aini Djamal Irwan.2003. Prinsip-prinsip Ekologi (Ekosistem, Lingkungan dan Pelestariannya). Jakarta. Bumi Aksara.

KLIK INI:  Bagaimana Hubungan Antara Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem?