Indonesia Tak Ambisius dalam Target Penurunan Emisi, Ini Kritik Madani dan WAHLI!

Klikhijau.com โ€“ Sejatinya Indonesia sangat berpotensi memimpin negara-negara di dunia dalam menangani krisis iklim. Selain merupakan negara ketiga terbesar pemilik hutan hujan tropis di dunia setel...

Indonesia Tak Ambisius dalam Target Penurunan Emisi, Ini Kritik Madani dan WAHLI!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Sejatinya Indonesia sangat berpotensi memimpin negara-negara di dunia dalam menangani krisis iklim.

Selain merupakan negara ketiga terbesar pemilik hutan hujan tropis di dunia setelah Brazil dan Kongo, Indonesia juga berhasil dalam menurunkan deforestasi hingga 75 persen di periode 2019-2020.

Namun sangat disayangkan, Pidato Presiden Joko Widodo pada Leaders Summit yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden tak menyiratkan hal tersebut.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa moratorium izin baru di hutan alam dan lahan gambut telah mencakup 66 juta hektare yang mana lebih besar dari luas gabungan Inggris dan Norwegia. Namun, hanya dengan pencapaian itu saja belum cukup.

Masih diperlukan upaya untuk memperkuat komitmen iklim di sektor Penggunaan Lahan dan Perubahan Tata Guna Lahan Kehutanan (LULUCF) tersebut.

[irp]

โ€œMemperkuat kebijakan penghentian pemberian izin baru dengan menambahkan 9,4 juta hektare hutan alam yang belum dilindungi dalam PIPPIB, PIAPS, serta di luar izin dan konsesi akan membantu Indonesia menekan kembali angka deforestasinya,โ€ ungkap Yosi Amelia, Program Officer Hutan dan Iklim Yayasan Madani Berkelanjutan.

Yosi menambahkan, melindungi hutan alam yang telanjur berada di dalam izin dan konsesi juga akan membantu memastikan pencapaian komitmen iklim Indonesia di sektor kehutanan. Sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang terdepan dalam menangani krisis iklim dunia.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: