Juli 2021, Jerman Berlakukan Larangan Produk Plastik Sekali Pakai

Klikhijau.com – Sebagai respon atas massifnya pemakaian plastik, Kabinet Jerman akhirnya menyepakati larangan  produk plastik sekali pakai (single use). Regulasi ini akan berlaku mulai 3 Juli 2021...

Juli 2021, Jerman Berlakukan Larangan Produk Plastik Sekali Pakai
Bacakan Artikel

"Jadi plastik sudah masuk bahkan jaringan tanah yang paling terpencil di planet ini, dengan potensi risiko bagi seluruh biota dan ekosistem", demikian dikatakan para ilmuwan setelah penemuan mereka dipublikasikan di jurnal Biology Letters.

Kontroversi polistirena

Seperti dikutip Wikipedia, polisterina adalah sebuah polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena biasanya bersifat termoplastik padat, dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi. Stirena tergolong senyawa aromatik.

[irp]

Benda ini pertama kali dibuat pada 1839 oleh Eduard Simon, seorang apoteker Jerman. Ketika mengisolasi zat tersebut dari resin alami, dia tidak menyadari apa yang dia telah temukan. Seorang kimiawan organik Jerman lainnya, Hermann Staudinger, menyadari bahwa penemuan Simon terdiri dari rantai panjang molekul stirena, yang adalah sebuah polimer plastik.

Polistirena banyak dipakai dalam kemasan makanan berbahan atau dikenal dengan Styrofoam. Bahan ini memang cukup kontroversi, ada yang menyebut bahan utama yang secara ilmiah dikenal dengan "stirena" tidak aman untuk kesehatan dan berdampak buruk bagi tubuh manusia.

Namun, ada pula yang mengatakan bahan ini relatif aman. Dilansir Medcom.id, Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D, menyebut, polistirena busa merupakan bahan organik.

Unsur yang membentuk polistirena busa adalah karbon, oksigen, hidrogen dan nitrogen. Komposisi plastik di dalam kemasan makanan polistirena hanya sebesar 5-10 persen, selebihnya adalah udara.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: