Jarak Sosial, Cara Jitu Pohon Tropis Menjaga Keanekaragaman Hayati

Klikhijau.com - Pohon tropis dikenal karena spesiesnya yang beragam dan sangat penting bagi siklus karbon global. Keberadaannya memainkan peran penting dalam menyerap karbon dioksida dan melepaskan...

Jarak Sosial, Cara Jitu Pohon Tropis Menjaga Keanekaragaman Hayati
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pohon tropis dikenal karena spesiesnya yang beragam dan sangat penting bagi siklus karbon global.

Keberadaannya memainkan peran penting dalam menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Hal ini membuat pohon tropis penting bagi kelangsungan hidup manusia dan memerangi perubahan iklim.

Secara biologis pohon atau hutan tropis merupakan ekosistem berbasis lahan yang paling beragam di planet ini. Keunikan dan kemisteriusan terkandung di dalamnya. Misalnya, bagaimana cara pohon tropis dapat “memelihara” ratusan spesies pohon dalam satu area.

Keunikan yang mengagumkan itu membuat banyak yang penasaran. Terkhusus bagi para ilmuwan. Mereka berupaya memecahkan misteri tersebut.

Untuk mengungkapkan misteris tersebut, maka dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di  Science , para peneliti di  The University of Texas di Austin  telah memberikan wawasan baru perihal  karakteristik kunci dari distribusi spasial pohon dewasa.

Mereka menemukan bahwa pohon tropis  telah  menerapkan bentuk "jarak sosial" botani untuk mempertahankan keragaman spesies yang kaya.

Studi yang dilakukan di hutan Panama tersebut menemukan bahwa pohon dewasa tiga kali lebih jauh dari pohon dewasa lain dari spesies yang sama daripada dari spesies yang berbeda.  Pohon-pohon ini secara efektif menjauhkan diri dari induknya untu berkembang sendiri.

“Sebuah pohon lebih mungkin untuk bertahan hidup ketika dikelilingi oleh spesies pohon yang berbeda dengan kebutuhan sumber daya, penyakit, dan herbivora yang berbeda,” tulis penulis penelitian tersebut.

Tumbuh jauh dari induknya

Para peneliti memeriksa data dari plot penelitian berusia seabad di Pulau Barro Colorado di Terusan Panama. Mereka menemukan bahwa jarak pohon dari satu sama lain jauh lebih jauh daripada jarak benih yang biasanya terjadi selama penyebaran.

Annette Ostling yang merupakan  profesor madya di Institut Oden Universitas untuk Teknik Komputasi dan Ilmu Pengetahuan dan Departemen Biologi Integratif. Bekerja sama dengan peneliti postdoctoral Michael Kalyuzhny, mereka memfokuskan studi mereka pada plot penelitian hutan yang ukurannya setara dengan 100 lapangan sepak bola.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2