Selain Menghibur, 8 Humor Ini Dapat Memberi Wawasan Lingkungan

oleh -191 kali dilihat
Pilih Apa Aksimu untuk Bumi Tercinta di Hari Lingkungan Hidup?
Ilustrasi - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Humor tak sekadar hal lucu yang dapat mengocok perut. Lebih dari itu, bisa dapat memberi wawasan yang luas, memberi saran, sindiran atau bahkan kritikan.

Keberadaan humor sebagai sarana hiburan sangat penting. Dengan adanya humor akan membuat hidup lebih santai, sebagai penyegar pikiran. Pun bisa lebih mempererat tali silaturahmi antara manusia.

Humor atau kelucuan hanya berlaku bagi manusia normal saja untuk menghibur. harus diakui manusia butuh hiburan dan itu merupakan kebutuhan mutlak.

Bahan humor bisa dari mana saja, hanya saja dibutuhkan keahlian untuk mengolahnya agar terdengar lucu.

KLIK INI:  Mike Tyson dan Sekumpulan Quotes tentang Burung Merpati

Salah satu bahan humor yang bisa kembangkan adalah lingkungan, selain dapat mengocok perut dan menghibur juga dapat mengedukasi masyarakat.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut humor lingkungan yang bisa membuat sahabat hijau lebih terhibur:

  • Merawat Pohon

Untuk melestarikan lingkungan, dibuat kampanye pelestarian lingkungan hidup. Di sebuah taman dengan banyak pepohonan, terdapat tulisan “Sayangilah aku, seperti keluargamu”.

Di suatu malam, Luluk melintasi taman tersebut dan melihat tulisan tersebut.

Luluk berhenti sejenak, lalu mengambil kain dalam tasnya. Ia menutupi pepohonan yang ada dengan kain satu per satu. “Untung saya membawa banyak kain”.

Lila yang melihatnya bertanya, “Kenapa kamu menutupi pepohonan itu dengan kain?”

“Aku takut mereka kedinginan. Bukankah kita harus menyayanginya seperti keluarga? Begitulah aku memperlakukan keluargaku.”

KLIK INI:  Mapala PMK UNM dan Komitmen Melahirkan Kader Peduli Lingkungan
  • Lingkungan nyaman tanpamu!

Suatu hari Ibu Wati mengabarkan Ibu Budi, tetangganya kalau ia bakalan pindah rumah.
Ibu wati : Bu, saya bakalan pindah rumah nih. Jadi saya bakalan punya lingkungan yang baru lho bu.
Ibu Budi : Oh kalau gitu saya juga bakalan segera punya lingkungan yang baru deh.
Ibu Wati : lho emangnya ibu mau pindah rumah juga?
Ibu Budi : enggak, tapi lingkungan menjadi lebih nyaman kalau ibu pindah.
Ibu Wati : Kenapa?
Ibu Budi : Enggak ada lagi buang sampah sembarangan.

KLIK INI:  Ekonomi Sirkular, Manfaat dan 3 Jalan Mewujudkannya
  • Penyuluhan Sampah Plastik

Pada hari Minggu pagi yang cerah, di balai desa sedang ada penyuluhan terkait kebersihan sampah yang ada di lingkungan desa tersebut.

Dalam penyuluhan tersebut, kepala desa memberikan sebuah arahan mengenai sampah plastik yang berdampak sangat buruk terhadap lingkungan.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu, dalam membuang sampah jenis plastik alangkah baiknya dibuang pada tempat yang tepat,” ujar kepala desa. “Karena sifat dari sampah plastik ini tidak dapat terurai dengan mudah, maka saya sarankan bapak dan ibu sekalian perlu mendaur ulang dan memanfaatkannya secara langsung.”

Setelah acara usai, semua peserta diberikan hidangan berupa makanan dan minuman dengan wadah berbahan dasar plastik. Para warga pun kemudian berbondong-bondong mengumpulkan bekas sampah plastik tersebut dan dikemas ke tas milik kepala desa.

Kepala desa pun kebingungan dengan aksi para warganya, dan bertanya, “Kenapa Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian memasukkan sampah tersebut ke dalam tas saya?”

Warga pun berujar, “Tadi kan bapak sendiri yang menyampaikan kalau sampah plastik sangat berbahaya dan tidak mudah terurai. Jadi, kami semua mengumpulkan semua sampah tersebut supaya bisa di daur ulang”.

Mendengar hal itu, kepala desa langsung pamit dan pulang.

KLIK INI:  Islam dan Solidaritas Alam Bagi Kaum Beragama
  • Fungsi warna hijau

Dalam sebuah kelas, sedang dilakukan diskusi tentang fungsi warna hijau untuk kehidupan.
Ibu guru : Anak-anak, siapa yang tahu fungsi warna hijau untuk kehidupan kita?
Adi: Saya tahu bu, Tuhan menciptakan dedaunan berwarna hijau supaya enak dan sejuk dipandang bu.
Ibu guru : Ada yang lain?
Tomi : Saya bu, lampu lalu lintas ada yang warnanya hijau. Itu kan artinya jalan-jalan terus. Nah fungsinya untuk memperlancarkan jalanan biar nggak macet bu.
Ibu guru : Benar sekali Tomi. Apa masih ada pernyataan yang lainnya?
Agus : Saya bu… Mata kita bakalan jadi hijau kalau lihat uang. Jadi fungsinya uang kan untuk memperlancar kehidupan manusia bu.
Ibu guru : Agus Agus….. *tepokjidat*

KLIK INI:  Mengenang Ibu Soed, Sang Pahlawan Pendidikan Lingkungan bagi Anak
  • Sampah dan Petugas Kebersihan

Suatu pagi Rano, seorang petugas kebersihan sedang menyapu sudut jalanan di sebuah kota. Tiba-tiba, dari arah belakang ada pengendara mobil yang melemparkan sampah dari kaca jendela mobil.

Merasa kesal dengan kelakuan pengendara mobil, Rano pun menghentikan kegiatan menyapunya dan berteriak dengan kencang, “Wooyy… kalau buang sampah lihat-lihat dong. Jangan seenaknya sendiri. Hargai saya kalau lagi kerja!”

Mobil tersebut berhenti, dan keluarlah seorang pria berkemeja rapi serta berdasi. Rano pun menghampiri orang tersebut dan menasihatinya. “Pak, bisa enggak kalau buang sampah enggak di jalan? Saya udah capek-capek bersihinnya!,” ujar Rano dengan kesal. “Maaf Pak, saya tidak bermaksud begitu,” sahut pria tersebut.

“Ngeles aja Pak, padahal udah ketahuan juga,” ujar Rano masih dengan raut muka yang kesal dan marah. “Jadi begini Pak, saya ini kan hobi main basket. Tadi saya lagi coba latihan untuk lempar sampah ke tong sampah di sana,” ujar pria berkemeja tersebut sambil menunjuk tong sampah di depannya.

Rano pun lantas meninggalkan pembicaraan sembari bergumam, “Orang-orang zaman sekarang makin aneh saja. Ada aja alasannya”.

KLIK INI:  Begini Respons Tanaman terhadap Faktor Lingkungan di Sekitarnya!
  • Hewan Amphibi

Bu Guru: “Sebutkan binatang yang bisa hidup di dua alam?”
Jabon: “Katak! Di darat dan di air.”
Bu Guru: “Bagus. Coba kamu Juki, sebutkan contoh lainnya binatang yang hidup di dua alam?”
Zuck: “Babi ngepet Bu! Di alam nyata dan alam goib ! Muahaha…”
Bu Guru: *keselek penggaris*

KLIK INI:  Kampoeng Bambu, Sebuah Upaya Merawat Warisan Leluhur
  • Preman Cinta Lingkungan

Ada sebuah cerita lucu tentang preman pasar yang bertampang sangar dan berbadan kekar. Di badannya terdapat banyak tato. Salah satu tato itu berupa tulisan berhuruf kapital dan berukuran besar yang dapat dilihat di lengan kanan dan kirinya saat ia mengenakan kaos tanpa lengan.

Tato di lengan kanannya bertuliskan JAGAL dan di lengan kirinya bertuliskan PASAR. Jika melihat tato itu, dijamin setiap orang akan merasa takut kepadanya. Namun, rasa takut itu akan berubah menjadi rasa geli jika kaos si preman dilepas. Ternyata, ada bagian tulisan yang tertutup oleh kaos tanpa lengan itu. Tato itu tak lain merupakan sebuah kalimat bernada himbauan, yaitu JAGALAH KEBERSIHAN PASAR.

KLIK INI:  Disabilitas Peduli Lingkungan, Fatimah Ambil Bagian di Aksi Kolaborasi Jaga Mangrove
  • Seekor Katak yang Mendatangi Peramal

Seekor katak pergi menemui seorang peramal untuk mengetahui apakah dia beruntung dalam urusan asmara atau tidak.
Peramal itu kemudian membaca telapak tangan si katak dan berkata, “Aku mempunyai kabar baik dan kabar buruk. Mau dengar yang mana dulu?”
Si katak ingin mendengat kabar baiknya terlebih dulu.

Peramal pun berkata, “Kamu akan bertemu seorang gadis cantik. Dia akan tertarik padamu dan ingin mengetahui segala sesuatu tentang dirimu. Dia ingin kamu terbuka padanya dan memberikan hatimu padanya.”
“Wah, itu hebat!” kata si katak. “Tapi, apa kabar buruknya?”
“Kamu akan bertemu dengannya di kelas biologi.”

KLIK INI:  Nggak Perawan Lagi, Cara Slank Mengajak Kita Melihat Kerusakan Alam
  • Contoh Nama Hewan

Guru: “Murid-murid, coba berikan contoh nama hewan!”
Murid: “Gajah”
Guru: “Sekarang coba berikan contoh nama hewan lainnya.”
Murid: “Gajah lainnya.”

Sahabat hijau, semoga terhibur

KLIK INI:  Rob Greenfield, Aktivis Lingkungan yang Menanam Sendiri Keperluan Makannya Sehari-hari