Hari Bumi, Kapitalisme dan Tragedi di Negeri Makmur

Klikhijau.com - Hari Bumi mungkin menjadi harapan tersendiri bagai sang bumi untuk melimpahkan segala keluh kesah atas apa yang telah terjadi padanya. Seorang senator Amerika Gay Nelson, mungkin ti...

Hari Bumi, Kapitalisme dan Tragedi di Negeri Makmur
Bacakan Artikel

Inilah masa dimana rakyat merasa terasing di negeri sendiri. Banyak masyarakat diusir dari tanah yang sejak dulu mereka diami dengan cara- cara militeristik. Mereka dijajah oleh sesama pribumi.

Rupanya jebakan ekonomi yang dilakukan rezim kapitalisme dunia telah membutakan mata para pemimpin kita waktu itu.

Triliunan dolar yang menjadi utang pemerintah atas nama pembangunan tidak jelas diarahkan secara tepat. Kemudian dibebankan pada rakyat yang nyaris tidak merasakan dampaknya secara langsung.

Keberhasilan sebuah pembangunan di mata mereka dinilai dari banyaknya gedung pencakar langit yang berdiri kokoh. Gunung dengan hutan yang lebat yang dulu menjadi โ€œgudang airโ€ bagi rakyat di sekitar, kini telah menjadi sumber bencana.

Laut yang dulu menjadi sumber penghasilan dan sumber kehidupan rakyat di pesisir, kini menjadi tempat berkumpulnya limbah- limbah industri.

Sementara janji kesejahteraan untuk rakyat dari hasil bumi yang dikelola oleh Negara tidak diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat (baca: prioritas rakyat miskin).

[irp posts="4079" name="Bumi Bulat atau Datar, Begini Penjelasan Sains dan Alquran"]

Yang ada hanyalah setumpuk masalah lingkungan yang dibebankan atau dituduhkan pada masyarakat sebagai justifikasi pemerintah.

Perselingkuhan kekuasaan dengan kapitalisme semakin menjadi godam yang menghantam rakyat di Indonesia sampai tertanam begitu dalam di lumpur penistaan atas bangsanya sendiri.

Keberpihakan pemerintah pada kapitalisme dunia yang telah melakukan pengrusakan terhadap alam kita sangatlah tidak beralasan.

Munculnya masalah- masalah lingkungan diseluruh wilayah di negeri kita bisa dijadikan barometer ketidakberhasilan pemerintah memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat yang notabene adalah pewaris sah negeri kita.

Utang yang selalu dijadikan alasan bagi pemerintah lagi โ€“ lagi di luar logika rakyat kita. Sebab kalau kita mau menagih kerusakanโ€“ kerusakan ekologi yang disebabkan oleh mereka, tentulah jauh lebih besar utang mereka pada bangsa kita ini.

Coba kita pikir bersama, kerusakan yang ditimbulkan oleh tambang- tambang asing di negeri kita apakah ini setimpal? Saya rasa tidak.

Apa yang harus dilakukan?

Banyaknya perusahaan yang melakukan eksploitasi di bumi kita ini idealnya berdampak baik pada ekonomi penduduk.

Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya. Rakyat dibuat semakin miskin ditambah lagi dengan perampasan tanah adat. Serta kerusakan alam menambah catatan dosa industri tambang dan indutri lainnya.

Hal ini kemudian yang mendorong kita untuk melakukan sebuah perumusan tentang apa yang semestinya dilakukan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: