Hari Bumi, Kapitalisme dan Tragedi di Negeri Makmur

Klikhijau.com - Hari Bumi mungkin menjadi harapan tersendiri bagai sang bumi untuk melimpahkan segala keluh kesah atas apa yang telah terjadi padanya. Seorang senator Amerika Gay Nelson, mungkin ti...

Hari Bumi, Kapitalisme dan Tragedi di Negeri Makmur
Bacakan Artikel

Hal ini terbukti jumlah total penduduk AS dan Eropa Barat yang Cuma 17 % dari total penduduk dunia ternyata menguasai 75 % atau 2/3 dari seluruh kekayaan dunia.

Kalau kasus ini di Indonesiakan, juga tidak akan jauh berbeda. Maksudnya 140 juta total penduduk Indonesia yang berpenghasilan Rp 2.692/ hari sedangkan sekitar 10 orang konglomerat menguasai sekitar 50 triliun. (Eggi Sudjana , 1998).

Kemenangan Negara- Negara Eropa dalam perang dunia kedua yang nota bene penganut paham kapitalisme merupakan modal besar bagi pemaksaan konsep mereka untuk melanggengkan penjajahan mereka.

Kapitalisme: paham penghancur Bumi

Kegagalan kapitalisme di bidang lingkungan sebenarnya diakui secara tidak langsung oleh Negara-Negara dedengkot paham tersebut.

Ini dapat dilihat dari efek eksploitasi besar- besaran tanpa adanya upaya pelestarian yang telah mereka lakukan sejak era industrialisasi di negara masing- masing.

Dampaknya, terlihat pada bermunculannya berbagai macam masalah lingkungan seperti pencemaran air dan tanah, efek rumah kaca, polusi udara, kebakaran hutan dan berbagai macam masalah serupa.

Penjarahan alam yang over lapping dalam konsep ekonomi kapitalistik adalah sebuah hal yang dianggap biasa. Sebab semakin besar produksi yang dilakukan maka semakin besar kebutuhan akan bahan- bahan mentah.

[irp posts="4075" name="Klik Ini, Pesan Siti Nurbaya Bagi Perempuan Pelestari Lingkungan"]

Meski pada akhirnya mereka juga berusaha untuk melakukan rehabilitasi dan perbaikan atas kerusakan alam dengan cara- cara yang jelas kapitalistik (tetap mengharapkan keuntungan), namun itu juga tidak menghasilkan apa- apa.

Mengingat sumber daya alam yang mereka kelola sebagian adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui.

Namun bagi mereka sekali lagi itu adalah hal yang biasa. Ketakutan akan kehancuran alam yang mereka diami rupanya menggelitik mereka untuk melemparkan semua masalah ini pada negara- negara yang baru berkembang.

Invasi industri barat sejak berakhirnya perang dunia kedua sebagai proyek pelanggengan dominasi untuk melakukan eksploitasi habis-habisan di negara- negara berkembang.

Maka dibuatlah โ€œpintuโ€ penjajahan gaya baru berupa IMF (1947), World Bank (1946), dan General Agreement tariff and trade/GATT (1947) sebagai lembaga yang akan mengendalikan ekonomi negara-neraga dunia ketiga yang pada saat itu baru meraba-raba konsep pengembangan ekonomi mereka.

Memasuki era pasar bebas yang juga merupakan salah satu proyek penjajahan gaya baru kapitalisme di awal milenium ini diwarnai dengan perlombaan para ilmuwan atas dorongan para pemegang modal.

Untuk terus membuat terobosan- terobosan baru dalam industrialisasi, demi percepatan produksi ternyata tidak mereka sadari juga semakin mempercepat kehancuran bumi.

Indonesia: kerusakan alam dan dosa orde baru

Jatuhnya kepemimpinan Soekarno dinilai oleh banyak kalangan baik di Indonesia maupun diluar negeri adalah masa awal dominasi AS dengan paham kapitalisme masuk untuk menjajah kembali negeri ini.

Negeri yang di masa Soekarno sangat mengharamkan pengaruh AS masuk ke Indonesia. Masa setelah Soekarno adalah masa pahit bagi bumi Indonesia dimana semua kontrak karya proyek eksploitasi alam termasuk tambang dari ujung barat sampai timur Indonesia ditanda tangani oleh pemerintah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: