Gerakan Kultural Ekologi Politik Kaum Muda Nahdliyin

Gerakan anak muda mengalami kebangkitan dalam perjuangan politik lingkungan baik skala global maupun lokal. Kaum muda ini mengorganisir gerakan mereka dalam aksi kreatif dan inspiratif untuk menggerak...

Gerakan Kultural Ekologi Politik Kaum Muda Nahdliyin
Bacakan Artikel

Agenda gerakan kaum muda ini diwujudkan dalam dua wilayah kerja yaitu, pertama kaum muda Nahdliyin melakukan kerja politik pengetahuan bagaimana menginternalisasikan gerakan ekologis ke dalam tubuh organisasi NU.

Dimana peran organisasi besar Islam Nusantara ini belum massif terhadap keberpihakan ekologis. Menyelamatkan warga Nahdliyin di akar rumput yang menjadi korban kejahatan korporasi.

Kerja politik pengetahuan ini dilakukan secara sistematis dalam bentuk sekolah pesantren agraria. Bertujuan untuk membangun ulama hijau di pesantren-pesantren dan memperkuat kesadaran ekologis warga Nahdliyin di basis massa.

Amalinda Savirani (2018) mengatakan politik ekologi anak muda NU melalui Front Nahdliyin ini telah berhasil membuat NU menjadi lebih pekak akan persoalan ekologis.

Para kaum muda ini berhasil memainkan peran politik pengetahuan yang dimana isu ekologis yang jarang diperbincangkan menjadi agenda gerakan dalam tubuh NU.

Kedua, kaum muda ini melakukan advokasi politik dengan mengorganisir kekuatan warga yang mengalami konflik agraria dengan perusahaan.

Seperti di Kendeng, Front Nahdliyin terlibat secara aktif mengorganisir berbagai organisasi yang memiliki prinsip perjuangan mandiri untuk melawan kejahatan penguasa dan korporasi.

Bahkan anak muda ini berhasil mendesak Pengurus Besar NU untuk mendukung perjuangan ibuk ibuk kendeng. Hal ini terbukti dengan peryataan sikap PB NU terhadap kasus Kendeng.

PB NU mendesak pemerintah Jawa Tengah untuk menghentikan pendirian pabrik semen di Kendeng Rembang. Meminta untuk dilakukan audit lingkungan terhadap perusahaan secara menyeluruh, ini demi kemaslahatan warga.

PB NU juga mendukung perjuangan ibuk-ibuk Kendeng untuk melindungi alam mereka dari kerusakan (www.mongabay.com, 16/08/14).

[irp posts="1954" name="Saat Komunitas Literasi Berkebun: Tanam Pohon Tin, Panen Rambutan"]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: