Gerakan Kultural Ekologi Politik Kaum Muda Nahdliyin

Gerakan anak muda mengalami kebangkitan dalam perjuangan politik lingkungan baik skala global maupun lokal. Kaum muda ini mengorganisir gerakan mereka dalam aksi kreatif dan inspiratif untuk menggerak...

Gerakan Kultural Ekologi Politik Kaum Muda Nahdliyin
Bacakan Artikel

Gerakan anak ekologi kaum muda di Indonesia muncul dari afiliasi ormas keagamaan. Dimana anak anak muda dibentuk kematangan pengetahuan, kemandirian berfikir dan jaringan.

David Efendi (2017) mengatakan gerakan anak muda banyak berfokus pada gerakan ekologi yang dangkal, tidak menyentuh persoalan fundamental bangsa.

Misalnya, gerakan bank sampah, gerakan pendidikan lingkungan dan gerakan pelestarian alam. Ini barangkali sedikit berbeda dengan gerakan anak muda NU yang menamakan diri mereka sebagai โ€˜Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alamโ€™.

Gerakan kaum muda NU membangun basis identitas mereka yang berangkat dari banyak konflik sumber daya alam yang merugikan kaum Nahdliyin yang selama ini kurang diperhatikan oleh struktur pimpinan organisasi NU (Nashirulhaq, 2017, Kodir dan Mushoffa, 2017).

Politik identitas ini sebagai cara anak muda NU untuk mendapatkan pengakuan akan wajah gerakan politik baru di dalam struktural NU.

Fukuyama (2018) mengatakan identitas itu dibangun melalui pengakuan dan bisa dikontruksi untuk membedakan antara orang dalam dan orang luar.

Anak-anak muda ini membangun identitas mereka menjadi NU yang progresif sebagaimana KH. Hasyim Asyaria yang memiliki keberpihakan kepada rakyat kecil, dengan menggunakan nama Nahdliyin sejak awal.

Untuk mendapatkan dukungan gerakan dari basis massa NU yang selama ini mengalami marginalisasi dari dakwah struktural. Yang tidak menyentuh persoalan ketidakadilan ekologis yang dihadapi oleh warga Nahdliyin.

[irp posts="2406" name="Mengintip Gerakan Ekoliterasi Kaum Muda Milenial"]

Inilah wajah baru politik generasi muda NU yang selama ini membangun gerakan kultural ekologis pada basis massa dengan advokasi pada sejumlah wilayah yang mengalami konflik agraria antara perusahaan dan warga lokal. Anak muda ini mendorong tuntutan kepada pimpinan besar NU untuk berpihak pada persoalan ekologis dengan kerja kerja konkrit.

Front Hijau Nadhliyin, Politik Pengetahuan dan Advokasi Politik

Anak anak muda NU gelisah akan banyaknya persoalan warga NU yang tidak bisa diselesaikan oleh dakwah struktural yang menyebabkan warga Nadliyin banyak menjadi korban pembangunan.

Kegelisahan anak muda ini berhasil diwujudkan dalam agenda transformatif yang berhasil melahirkan organisasi Front Nahdliyin. Untuk kedaulatan sumber daya alam yang memiliki tujuan untuk mewujudkan kedaulatan ekologis dan mendorong reformasi agraria di Indonesia (Nashirulhaq, 2017).

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: