ECOTON Foundation Gelar Zero Waste Academy Demi Indonesia Bebas Sampah 2030

Klikhijau.com - ECOTON Foundation resmi menggelar hari pertama Zero Waste Academy, sebuah ruang pembelajaran intensif pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengurangan emisi metana. Kegiatan ini diha...

ECOTON Foundation Gelar Zero Waste Academy Demi Indonesia Bebas Sampah 2030
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - ECOTON Foundation resmi menggelar hari pertama Zero Waste Academy, sebuah ruang pembelajaran intensif pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengurangan emisi metana. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta yang berasal dari lebih dari 12 kota/kabupaten di pulau jawa, melibatkan unsur BAPPEDA, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah desa dan kelurahan, akademisi, serta organisasi lingkungan.

Zero Waste Academy dibuka secara resmi oleh Direktur ECOTON Foundation, Dr. Daru Setyo Rini, M.Si, bersama Camat Wringinanom Gresik, Arditra Risdiansah, Kepala Desa Wringinanom, Yoko, serta Abdul Rokhim, Ketua KSM TPST 3R Wringinanom.

Dalam sambutannya, Dr. Daru Setyo Rini menekankan bahwa krisis sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan hilir.

“Zero Waste Academy dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Kami ingin mempertemukan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pengelola TPS 3R agar belajar langsung dari praktik nyata. Harapannya, peserta pulang tidak hanya membawa pengetahuan, tetapi juga rencana aksi konkret yang bisa diintegrasikan ke dalam kebijakan daerah,” ujarnya, Rabu, 28 Januari 2026.

Belajar dari Praktik Nyata di Tingkat Rumah Tangga

Usai pembukaan, peserta diajak mengunjungi rumah-rumah warga di Desa Wringinanom yang telah menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik langsung dari sumber. Kunjungan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah dengan cara yang sederhana dan menguntungkan.

“Memilah sampah itu ternyata sangat mudah dan justru menguntungkan. Selain itu dengan memilah kami mendapatkan diskon untuk membeli produk refillin seperti sabun tanpa plastik sekali pakai yang kami gunakan sehari-hari, jadi kita mengurangi sampah plastik kemasan sekali pakai terutama sachet,” ungkap Titin, salah satu nasabah TPST 3R Wringinanom.

Mengenal Sistem TPST 3R Wringinanom

Setelah kunjungan rumah warga, peserta diarahkan kembali ke TPST 3R Wringinanom untuk mempelajari secara langsung mekanisme pengelolaan sampah. Peserta belajar tentang pemilahan sampah spesifik, alur pengolahan, hingga pencatatan administrasi.

Peserta juga diajak melihat teknologi pengomposan sederhana menggunakan lubang tanah, yang dinilai murah, mudah diterapkan, dan efektif untuk mengolah sampah organik di tingkat desa maupun kawasan.

“Metode pengomposan sederhana ini sangat relevan untuk diterapkan di TPS 3R desa maupun kawasan. Biayanya rendah, teknologinya mudah dipahami masyarakat, tetapi dampaknya besar dalam mengurangi sampah yang berakhir di TPA,” ujar Eni, perwakilan DLH Kota Batu

Pentingnya Kelembagaan dan Pendanaan

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama KSM TPST 3R Wringinanom, membahas aspek kelembagaan, administrasi, dan pendanaan. Diskusi ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada tata kelola yang kuat, transparan, dan berkelanjutan agar sistem dapat berjalan dalam jangka panjang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2