Eco Church, Eco City: Warna Baru dari Makassar

oleh -78 kali dilihat
Eco Church, Eco City: Warna Baru dari Makassar
GPIB dorong Eco church, Foto: Yaya
Andi Ayatullah

Klikhijau.com – Pagi itu, Rombongan jemaat (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) bersama pemerintah kota dan para tokoh lintas agama berkumpul di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Km XI/XII. Di tangan mereka, bibit-bibit pohon Tabebuya siap ditanam, untuk memperindah kota sekaligus menyambut sebuah perhelatan akbar: Persidangan Sinode Raya XXII.

Christine Sinaga, Ketua Panitia, tampak penuh semangat. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya saat memimpin jalannya kegiatan.

Baginya, penanaman pohon Tabebuya bukan sekadar acara simbolis, tetapi bagian dari rangkaian persiapan menyambut ribuan tamu dari 26 provinsi yang akan datang ke Makassar bulan Oktober mendatang.

“Penanaman ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan, sekaligus mendukung program penghijauan yang dicanangkan pemerintah kota. Kami ingin menyambut dengan warna, dengan suasana kota yang lebih indah,” katanya.

Di tengah keramaian, Pdt. Salmon A.J. Bowale berdiri memberikan sambutan. Dengan suara tenang, ia mengingatkan bahwa GPIB telah berkomitmen menjadi Gereja Eco Church, sebuah gereja yang ramah lingkungan.

KLIK INI:  Karya-Karya Kreatif Komunitas Limbah Pustaka yang Layak Ditiru Selama Puasa

“Kegiatan akbar nanti akan mendatangkan 1.200 hingga 1.500 peserta. Ini bukan hanya soal pertemuan besar, tetapi juga tentang bagaimana kami, sebagai jemaat, meneguhkan iman melalui kepedulian nyata terhadap bumi yang Tuhan titipkan,” ungkapnya, membuat hadirin mengangguk setuju.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir bersama sang istri, Melinda Aksa Munafri. Ia tampak antusias menyaksikan bibit-bibit Tabebuya mulai ditanam di tepi jalan.

Menurutnya, langkah ini adalah wujud nyata dari semangat toleransi dan kebersamaan yang selama ini menjadi kebanggaan warga Makassar.

“Pemerintah kota akan selalu mendukung kegiatan GPIB. Penanaman Tabebuya ini bukan hanya menambah keindahan kota, tetapi juga menunjukkan kepedulian lingkungan. Semoga kegiatan hari ini dan juga acara besar bulan Oktober mendatang berlangsung sukses,” ucapnya penuh optimisme.

Di antara deretan pohon yang baru ditanam, suasana terasa hangat. Jemaat dari berbagai latar belakang berdiri berdampingan dengan tokoh lintas agama, bersama-sama menggenggam tanah dan harapan. Setiap pohon Tabebuya yang tertanam seakan membawa pesan: Makassar menyambut dengan warna, dengan cinta, dan dengan semangat kebersamaan.

KLIK INI:  4 Hal Ini Penting Diketahui di Balik Terbentuknya Jaringan Literasi Perimba