Klikhijau.com – Dalam semangat kebersamaan di bulan Ramadan, Blue Forest mengadakan acara Buka Puasa Bersama di Fourt Ponut by Sheraton, Makassar, Rabu,11 Maret 2023.
Kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat silaturahmi, berbagi cerita, serta merayakan kolaborasi yang telah terjalin dalam mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir dan mangrove di Indonesia.
Adapun rangkaian kegiatannya adalah talkshow women for mangrove, musik, kuis, dan workshop. Kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan buka bersama
Pada kegiatan talksow women for mangrove diantarkan oleh dr. Andi Tenriola Rivai yang merupakan kelompok kerja mangrove Sulsel.
Menurutnya, perempuan merupakan penggerak kehidupan. Ia mengajak kita membayangkan sebuah garis pantai tumbuh banyak pohon mangrove yang menjaga tanah agar tidak hanyut ke laut. Mangrove sangat sederhana, tidak menjulang seperti gunung yang ,tapi karena kesederhanaannya menyimpan banyak kejutan.
“Perempuan berhubungan dengan alam sangat dekat dengan alam. Perempuan pesisir mengelola, membantu ekonomi keluarga, dan mendidik anak agar menjadi kehidupan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa perempuan menjadi keseimbangan alam. Ketika mangrove rusak perempuanlah yg menjadi paling berdampak. Tetapi perempuan bergerak dengan menanam mangrove, dari tangan merekalah harapan tumbuh kembali.
“Saling memanusiakan, memuliakan, yang bukan hanya berlaku bagi sesama manusia tetapi juga dengan alam!” ajaknya. “Perempuan sebagai penjaga kehidupan. Mengelola, membuat makanan, menanam mangrove,” lanjutnya.
Lebih jauh ia mengajak pula untuk ingat satu hal, perempuan bukan hanya penerima manfaat dari lingkungan, tapi perempuan adalah pemimpin perubahan, memiliki akses dan kesempatan memimpin generasi gerakan menjaga lingkungan.
“Mari kita jaga mangrove, mari kita dukung perempuan!” serunya.
Selain dr. Andi Tenriola Rivai juga ada Ratna Fadilah yang merupakan socio economic advisor_blue foresrt. Ada pesan menarik yang diutarakan olehnya, bahwa jika mangrove manusia, maka akan jadi seorang Ibu yang penyabar dan pemberi segalanya.
Sementara itu, pemantik lainnya, yakni Salmiah yang menjadi mitra lokal Desa Bontomanai, Kab Pangkep dan Ovyn yang merupakan staff blue forest untuk lesser sunda lanscape.
Ovyn banyak memberikan pandangan sebagai orang dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya rumah sebagai tempat para perempuan.
“Kami sebagai orang NTT menyebut perempuan itu sebagai pangan, seperti mangrove. Kami tangguh sekali mencari air sampai 2 km. Dari satu pulau ke pulau lain untuk membeli kebutuhan,” urainya.
Pada kegiatan tersebut, semua tamu undangan akan diajak Meronce bersama. Acara ini dipandu oleh Andi Mei Kumalasari dari komunitas Meronceria. Para peserta membuat karya berupa gantungan kunci sebagai hadiah yang dapat di bawah pulang
Di tengah tengah aktivitas Morence, sebuah persembahan lagu dari rumah koran mengiringi kegiatan sore hari ini.
“Kami ucapkan terima yang sebesarnyaa yang telah hadir. Blue Forest lahir di yogyakarta 2001. Terima kasih untuk kolaborasi dan kebersamaannya. Sekaligus memperingati hari perempuan dunia. Untuk perempuan hebat yang hadir yang mewarnai perjalanan ini. Ada begitu banyak yang diberikan perempuan dalam menjaga ekosistem kita,” pungkas Direktur Blue Forest, Rio Ahmad








