Program DBS Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Pendapatan Petani Desa di Sulsel

oleh -14 kali dilihat
Program DBS Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Pendapatan Petani Desa di Sulsel

Klikhijau.com – Di sebuah desa binaan di Sulawesi Selatan, hamparan lahan jagung tampak lebih hijau dan rapi dari musim sebelumnya. Bagi para petani, perubahan ini bukan sekadar soal hasil panen yang bertambah, tetapi juga tentang cara baru mengelola alam secara lebih bijak dan berkelanjutan.

Sepanjang 2025, LAZ Hadji Kalla menjalankan Program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) di 20 desa yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Program ini menyasar kelompok petani dan pelaku usaha desa dengan pendekatan pendampingan intensif yang menekankan produktivitas, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian ekonomi.

Beragam komoditas lokal menjadi fokus pengembangan, mulai dari padi, jagung, bawang merah, wortel, nilam, hingga perikanan air tawar dan rumput laut. Sebelumnya, sebagian besar petani masih mengandalkan bibit lokal dan teknik konvensional yang kurang ramah lingkungan serta berdampak pada rendahnya hasil panen.

Melalui Program DBS, petani didorong menerapkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Mereka mendapatkan pendampingan teknis, penggunaan bibit unggul, serta pengelolaan pupuk dan pengendalian hama yang lebih terukur untuk menjaga kesuburan tanah dan ekosistem sekitar.

“Pendekatan yang kami lakukan bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga bagaimana petani memahami cara bertani yang lebih baik dan berkelanjutan,” kata Erny Rachmi Nurdin, Program Manager Community Development LAZ Hadji Kalla. “Kami ingin petani mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan,” tutupnya.

KLIK INI:  Komunitas Bank Sampah Bincangkan Perilaku Warga di Festival IWO Sulsel

Hasilnya mulai terlihat. Di sejumlah desa, produktivitas panen meningkat rata-rata 2 hingga 3 ton atau sekitar 60 persen dibandingkan kondisi awal. Kualitas hasil panen juga dinilai lebih baik, sehingga lebih mudah diserap pasar lokal.

Dampak peningkatan produksi tersebut turut dirasakan langsung oleh petani. Rata-rata pendapatan petani binaan meningkat hingga sekitar Rp4.000.000 per orang per bulan. Bagi sebagian keluarga petani, angka ini menjadi titik balik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menyiapkan modal tanam berikutnya tanpa harus bergantung penuh pada bantuan eksternal.

Keberhasilan Program Desa Bangkit Sejahtera ini dinilai menjadi contoh bagaimana pemberdayaan petani dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan. Model pendampingan berbasis potensi lokal tersebut direncanakan akan diterapkan di desa-desa lain agar semakin banyak masyarakat desa yang merasakan manfaat pertanian berkelanjutan.

Dengan perubahan cara bertani dan meningkatnya kesejahteraan petani, program ini menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak selalu harus merusak alam, tetapi justru bisa tumbuh bersama dengannya.

KLIK INI:  Keseruan Family Gathering Mitra Hijau Asia 2023, Keliling Wisata di Negeri Singa