Dorong Resiliensi Ekologis: Klikhijau- Pengurus Masjid Nurul Bakti Ilahi olah Daun Kelor jadi Superfood hingga Biochar untuk Urban Farming

Klikhijau.com - Kompleks Masjid Nurul Bakti Ilahi Antang Kota Makassar, dipenuhi suasana semangat baru yang terpotret dari wajah para perempuan yang memperlihatkan rasa kaingintahuan yang mendalam dar...

Dorong Resiliensi Ekologis: Klikhijau- Pengurus Masjid Nurul Bakti Ilahi olah Daun Kelor jadi Superfood hingga Biochar untuk Urban Farming
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kompleks Masjid Nurul Bakti Ilahi Antang Kota Makassar, dipenuhi suasana semangat baru yang terpotret dari wajah para perempuan yang memperlihatkan rasa kaingintahuan yang mendalam dari kegiatan yang mendorong resiliensi ekologis bertajuk ‘Pelatihan Pengolahan Lingkungan Berbasis Warga, Upaya Menjaga Keseimbangan Ekologis’.

Senin pagi 20 Oktober 2025, menjelang siang yang cerah sengatan matahari yang secara satuan derajat celcius seminggu terakhir menempati angka rata-rata 32 derajat, bukan sekadar panas tapi juga menjadi alarm betapa perubahan suhu memicu kekhawatiran dengan perubahan iklim yang kian serius dengan dampak buruk yang menggerayangi multisektor

Langkah kolektif Klikhijau yang mendesain kegiatan pelatihan dengan model popular menjangkau multipihak hingga ke Lorong-lorong menjadi satu Langkah konkret yang mendorong Teknologi Tepat Guna (TTG) yang partisipatif berbasis warga dengan memanfaatkan berbagai bahan alami, memadukan Citizen Based Solution (solusi berbasis warga) dan Nature Based Solution (solusi berbasis alam).

Proaktif peserta dalam pengolahan berbagai bahan alami hingga sampah organik tertuang dalam suasana pelatihan yang dipandu oleh Nurhaji Madjid, Tim Research and Development Klikhijau, mengorkestrasi pelatihan yang dimulai dari pengolahan daun kelor menjadi tepung, kapsul, teh dan kue puding.

Menyeka pemahaman lama tentang olahan daun kelor yang terpatok hanya dibuat sayur, olahannya menyimpan banyak manfaat, terutama dalam bentuk serbuk daun, merupakan solusi nutrisi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah defisiensi dan meningkatkan status gizi masyarakat global.

Tanaman yang dijuluki miracle plant atau the tree of life ini unggul karena kaya akan nutrisi penting, termasuk protein dengan spektrum 9 asam amino esensial yang lengkap, bahkan memiliki rasio protein paling tinggi dibandingkan tanaman lain di dunia.

Kelor disebut sebagai salah satui tanaman yang mampu menjawab berbagai persoalan untuk kebutuhan kesehatan, secara kuantitatif, kelor dapat memberikan kandungan kalsium 17 kali lebih tinggi dari susu, protein 9 kali lebih tinggi dari yoghurt, zat besi 25 kali lebih tinggi dari bayam, dan Vitamin A 10 kali lebih besar dari wortel.

Selain itu, daun kelor mengandung antioksidan kuat seperti Vitamin C dan E, serta karotenoid dan fitokimia lain, yang berperan sebagai penangkal radikal bebas dan berkontribusi dalam menjaga sistem imun tubuh.

Dengan nilai kalori yang rendah dan kemampuannya menyediakan mineral penting seperti kalsium dan zat besi dalam jumlah tinggi, olahan kelor sangat ideal dijadikan suplemen makanan, khususnya bagi anak-anak untuk mengatasi malnutrisi hingga stunting dan juga bagi ibu hamil atau menyusui.

Selanjutnya diikuti pembuatan sabun padat dari minyak jelantah, Pembuatan asam amino (kecap ikan) dan Biochar dari bambu. Biochar yang memiliki urgensi yang kritis sebagai solusi multifungsi. Lahan perkotaan sering kali terbatas, terdegradasi, atau menggunakan media tanam yang cepat kehilangan unsur hara dan air, yang mana merupakan masalah utama yang dihadapi pertanian modern.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2