Dorong Resiliensi Ekologis: Klikhijau- Pengurus Masjid Nurul Bakti Ilahi olah Daun Kelor jadi Superfood hingga Biochar untuk Urban Farming

Klikhijau.com - Kompleks Masjid Nurul Bakti Ilahi Antang Kota Makassar, dipenuhi suasana semangat baru yang terpotret dari wajah para perempuan yang memperlihatkan rasa kaingintahuan yang mendalam dar...

Dorong Resiliensi Ekologis: Klikhijau- Pengurus Masjid Nurul Bakti Ilahi olah Daun Kelor jadi Superfood hingga Biochar untuk Urban Farming
Bacakan Artikel

Aji sapaan Akrab Nurhaji Madjid, menerangkan secara ilmiah yang menyertakan modul pembelajaran, bahwa biochar yang dihasilkan melalui proses pirolisis biomassa (bambu), berfungsi sebagai penyerap karbon jangka panjang (carbon sink) dan pembenah tanah yang kuat.

“Ia mampu secara signifikan meningkatkan kapasitas retensi air dan struktur tanah, yang sangat penting untuk urban farming yang seringkali terpapar panas tinggi dan membutuhkan frekuensi penyiraman yang efisien. Selain itu, biochar meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK), memungkinkan tanah menahan hara lebih lama dan menjadi rumah bagi mikroba bermanfaat, sehingga mendukung sistem hara tertutup dan menekan ketergantungan pada pupuk kimiam,” jelasnya dalam menyampaikan materi.

Dengan demikian, biochar tidak hanya mengoptimalkan produktivitas di lahan marginal perkotaan, tetapi juga secara konkret mewujudkan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah biomassa menjadi sumber daya bernilai tinggi dan berkontribusi pada resiliensi ekosistem.

Gerakan yang tak sekadar pelatihan namun juga sebagai gerakan yang menuangkan makna filofis, dari teknologi pengomposan dua tahap (anaerob-aerob) ini berakar pada prinsip ekologi mendasar, tidak ada limbah dalam alam. Sistem ini merefleksikan rekonsiliasi manusia dengan alam, mengubah residu organik menjadi kehidupan baru dan melambangkan transformasi sosial-ekologis.

Secara esensi, proses ini adalah miniatur biosfer, di mana mikroba bertindak sebagai arsitek yang memecah struktur kompleks menjadi unsur sederhana (karbon, nitrogen, fosfor) untuk diserap kembali oleh tanah.

Nurhaji menetikberatkan bahwaa biochar hadir sebagai "penjaga keseimbangan" yang menyimpan ion dan menahan stabilitas pH, mewujudkan konsep ecological reciprocity. Filosofi ini juga ia sebutkan yang menekankan etika lingkungan modern di mana knowledge must return to its community, memastikan inovasi tidak berhenti di akademik tetapi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, sehingga tercipta ekonomi sirkular yang regeneratif, bukan sekadar teknologi, melainkan gerakan sosial ekologis.

Pengurus masjid, Irma, menyampaikan terimakasih yang mendalam atas kolaborasi ini, ia menyebutkan kita memiliki visi dan misi yang sama untuk menjaga keseimbangan ekologis. Melalui kegiatan hari ini itu terintegrasi dengan apa yang menjadi kebutuhan dasar di tempat yang bersebelahan dengan masjid.

“Kami di sini punya budidaya ikan bioflok, tanaman pertanian yang sangat terbantu dengan adanya dukungan dari kolaborasi ini, tentu kami berharap ini berkelanjutan,” sambungnya.

Sebaagai bentuk keseriusannya, ia telah membagi peran dan penanggungjawab, yang menangani perikanan, kompos termasuk melanjutkan dari hasil kegiatan yakni olahan daun kelor.

Salah seorang Warga sekaligus pengembang perumahan Cluster Berlian Permai Antang, Putu, menyampaikan hal selaras, dirinya terkesan dengan suasana pelatihan yang begitu cair, memberikan gambaran yang cukup jelas, namun dirinya menantang Klikhijau untuk tidak datang hanya sekali ini.

“Pelatihan ini sangat berguna untuk warga dan lingkungan, sehingga kita ingin pelatihan ini berkesinambungan, tidak hanya sekali ini karena sangat disayangkan setelah kembali, ilmu yang didapatkan tadi tidak diterapkan,” ujar Putu dengan nada yang menyirat pesan untuk dilakukan pendampingan berkelanjutan, disambut sorak penegasan dari peserta bahwa hal tersebut sangat penting.

Ia mengemukakan bahwa warga sekitar cukup aktif terlibat dengan UMKM sehingga dengan kehadiran tim Klikhijau menjadi penguatan baru, ia pun mengajak warga untuk terbuka dengan pengetahuan dan Kerjasama yang ada.

“Kalau bisa dilanjutkan hingga menjadi UMKM,” tegas Putu, penuh harap.

Hal itu disambut optimis oleh Direktur Klikhijau, Anis Kurniawan yang menyatakan kesiapannya untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan.

Langkah ini menjadi harapan, kolaborasi, dan tanggung jawab, mewujudkan Makassar yang ingin menjadi lebih hijau, dan warga yang siap menjadi pahlawan ekologis di pekarangan rumah mereka sendiri. Hal ini juga menjadi seruan terbuka untuk bergabung dalam sebuah kisah nyata, di mana manusia dan alam bekerja sama demi masa depan yang seimbang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2