Seruan “Air untuk Semua” Menggema: Aksi Kolaborasi Penanaman Pohon Pulihkan DAS Maros

oleh -99 kali dilihat
Seruan "Air untuk Semua" Menggema: Aksi Kolaborasi Penanaman Pohon Pulihkan DAS Maros (Foto: Walhi Sulsel)

Klikhijau.com – Seruan “Air untuk Semua, Pulihkan DAS Maros” menggema kuat dalam sebuah aksi kolaborasi penanaman pohon di bantaran Sungai Leko Pancing, Desa Pucak, Tompobulu Maros, pada Senin, 28 Juli 2025.

Inisiatif yang digagas oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan bersama Lembaga Pencinta Alam (LPA) HPPMI Maros ini bertujuan melestarikan wilayah hulu DAS Maros yang krusial bagi pasokan air bersih di hilir.

KLIK INI:  Menjaring Pesona Benteng Senggaang di Hari Sumpah Pemuda

Puluhan organisasi yang menaruh perhatian pada isu pelestarian hutan dan konservasi sumber daya alam dari berbagai daerah seperti Makassar, Maros, Gowa, dan Pangkep, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Tak hanya komunitas, aksi kolaborasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari instansi penting seperti BBWS Pompengan-Jeneberang, PDAM Kota Makassar, Asosiasi SPAMS Tirta Salewangang Maros, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros, dan kelompok Perempuan Pejuang Air Bersih (PARAS) Tallo.

Pelestarian Hulu, Jaminan Air di Hilir

Slamet Riadi, Kepala Departemen Riset dan Keterlibatan Publik WALHI Sulawesi Selatan, dalam sambutannya di aula Kantor Desa Pucak, menjelaskan bahwa gerakan kolaborasi ini dilaksanakan dalam rangka Hari Konservasi Alam Sedunia. Secara khusus, aksi ini berfokus pada pelestarian wilayah hulu DAS Maros, yang secara langsung berdampak pada sumber air bagi warga di utara Kota Makassar.

“Pelestarian wilayah hulu di DAS Maros secara langsung juga akan melestarikan sumber air warga di utara Kota Makassar yang selama ini mengalami krisis air bersih selama puluhan tahun. Jadi ini merupakan aksi nyata di hulu yang kemudian akan berdampak di hilir,” ungkap Slamet, menekankan pentingnya menjaga ekosistem hulu untuk keberlanjutan pasokan air.

Harapan akan Kelestarian Sumber Air

Senada dengan Slamet, Wana, perwakilan dari Perempuan Pejuang Air Bersih Tallo, mengungkapkan harapannya terhadap aksi penanaman pohon ini.

“Kami berharap dengan penanaman ini, pasokan air ke kampung kami di Tallo, Kaluku Bodoa, dan Buloa dapat mengalir,” ujarnya, mencerminkan kerinduan masyarakat akan akses air bersih yang layak. Kelompok PARAS Tallo sendiri sangat bergantung pada Bendungan Leko Pancing sebagai sumber air utama mereka.

Dukungan Multipihak

Kegiatan kolaborasi ini juga mendapat respons positif dari pihak terkait. Sofyan Widjaya ST.Msp, Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian Pelaksanaan Bendungan dan Danau dari BBWS Pompengan-Jeneberang, menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat perlu dilakukan untuk memulihkan DAS Maros.

“Semoga ke depannya akan ada lagi kegiatan kolaborasi seperti ini karena sangat bermanfaat bagi lingkungan,” tuturnya, menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan inisiatif serupa.

KLIK INI:  Pemkab Bulukumba Gagas Kampung Siaga Bencana: Langkah Mitigasi Dini di Tengah Potensi Ancaman Alam

Apresiasi tinggi datang dari Abdul Razak, Kepala Desa Pucak. Ia menjelaskan bahwa selama kepemimpinannya, ini adalah kali pertama desanya menjadi lokasi aksi penanaman pohon berskala besar.

“Ini patut diapresiasi, apalagi kondisi di hulu itu ada banyak aktivitas yang merusak hutan. Sekali lagi terima kasih sudah datang ke desa kami dan membantu kami menjaga lingkungan di daerah hulu,” ungkap Abdul Razak, menggarisbawahi tantangan kerusakan hutan di wilayah tersebut dan pentingnya dukungan dari luar.

Setelah sukses melakukan penanaman, seluruh peserta berfoto bersama, sambil tak lupa menggaungkan kembali seruan tuntutan mereka: “Air untuk Semua, Pulihkan DAS Maros!”

Organisasi Pendukung Aksi Kolaborasi:

Aksi kolaborasi ini tidak lepas dari dukungan berbagai komunitas dan organisasi, di antaranya: Maritim News, Wikipangan, Lensa Ansor Maros, OASE INTIM, SAR TOMINANGA, Pemuda Katolik Komcab Makassar, IMM FIP UNM, KPA KATRO MAROS, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulsel, Lapor Iklim, FK2TN BABUL, Fisheries Diving Club Universitas Hasanuddin, Muda Mendunia Indonesia, MARABUNTA, LKIMB UNM, Mahakarya Pemuda Sulawesi Pecinta Alam (MAHADUTA), Politeknik Negeri Ujung Pandang Makassar, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, dan DUTA PEDULI SOSIAL SULSELBAR.