DAS Bermasalah Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel

Klikhijau.com - Ia sedang duduk di depan diapit empat lelaki. Dua di sebelah kanannya dan dua di sebelah kirinya. Sesekali ia mencairkan suasana dengan candaan, yang membuat para hadirin tertawa. Tapi...

DAS Bermasalah Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel
Bacakan Artikel

Dan sekarang ini berdasarkan data, dari 303 ribu hektare lahan di wilayah aliran sungai sebanyak 103 ribu hektare merupakan lahan tanaman pertanian satu musim.

Untuk Gowa sendiri, sejak 2015, Siti mengaku melihat kerusakan hutan dan khawatir lantaran ada pembangunan di sloping zone, di lereng.

[irp]

"Waktu itu, saya minta unit konservasi perhatikan Malino, Gowa, karena saya sangat khawatir. Karena Malino memang lagi membangun sebagai wilayah wisata, jaraknya juga gak jauh dari Makassar," ungkapnya.

Maka langkah yang diambil untuk penyelamatan, yakni penanganan kembali lahan semusim menjadi annual plant dan penataan ulang penanamannya, jika memungkinkan harus ada hutan sosial.

Semua harus kerja keras, dan mengubah cara berpikir aparat untuk melihat DAS sekaligus mengupayakan anggarannya.

"Tidak boleh hanya lihat anggaran APBN saja, karena ada juga kewajiban-kewajiban pemegang izin untuk melakukan reklamasi dan rehabilitasi lahan. Itu juga akan kita intensifkan. Kalau perbandingan lahannya 200 ribu hektare se-Indonesia, untuk tahun ini kita dukung dengan dana perizinan itu sebenarnya bisa 400 ribu hektare," terangnya.

Siti melihat bahwa intensitas bencana alam di Indonesia sangat tinggi selama periode 2016-2018, kejadian banjir dan longsor sudah di atas 40 kali per tahun.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: