DAS Bermasalah Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel

Klikhijau.com - Ia sedang duduk di depan diapit empat lelaki. Dua di sebelah kanannya dan dua di sebelah kirinya. Sesekali ia mencairkan suasana dengan candaan, yang membuat para hadirin tertawa. Tapi...

DAS Bermasalah Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel
Bacakan Artikel

Menurutnya, yang berkepentingan dalam pemanfaat sumber daya alam adalah pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan akademisi. Dan yang paling tinggi dalam menilai atau menentukan lingkungan itu adalah akademisi, sebab akademisilah yang menganalisa.

"Jadi hari ini saya datang untuk melihat bagian hulu, sebab informasi yang beredar penyebab utama banjir ini karena ada yang salah di hulu DAS, dan setelah itu saya minta analisis dan datanya," kata Siti, Jumat, 1 Februari 2019

Pada tanggal 26 Januari 2019 Klikhijau.com memuat berita dengan judul Makassar, Kota yang Dikepung DAS Bermasalah.

Dan memang benar,  Makassar dan sekitarnya dikepung DAS bermasalah, di antaranya Gowa dan Maros. Terbukti bulan lalu, ketiga daerah bertetangga itu diserbu banjir.

[irp posts="383" name="Walhi Sulsel Perkuat Gerakan Lingkungan Hidup Melalui Pelatihan Paralegal Lingkungan"]

Sembilan tahun yang lalu, Kompas.com pernah menulis bahwa hutan DAS Jeneberang  tinggal 8.259 hektar, artinya 13,3 persen dari luas wilayah DAS Jeneberang yang 61.733 hektar.

Jumlah itu jauh dari batas normal sebesar 47,22 persen, seperti dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Kawasan hutan terus berkurang sejak pertengahan tahun 1990-an akibat alih fungsi lahan. DAS Jeneberang didominasi pertanian lahan kering seluas 29.334 hektar (47,52 persen). Lahan semak belukar lebih luas dari hutan, yakni 12.530 hektar (20,3 persen).

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: