Cerita tentang Anak Nelayan yang Putus Sekolah di Tengah Gemerlap Kota Makassar

Klikhijau.com - Langit sore di bawah jembatan Tongkonan CPI. Saat cahaya kemerah-merahan mengiringi terbenamnya matahari, Fajar terlihat sedang sibuk mengemasi peralatan mancingnya. Setelah memasti...

Cerita tentang Anak Nelayan yang Putus Sekolah di Tengah Gemerlap Kota Makassar
Bacakan Artikel

Meski merupakan kodrat bagi perempuan untuk menjadi ibu,hal yang perlu menjadi perhatian adalah kesiapan psikis dan fisik perempuan kecil ini.

Di beberapa kasus contohnya, pernikahan dini kerap tak berujung harmonis. Perempuan sangat rentan menjadi korban kekerasan rumah tangga. Selain itu, perlu juga diliat kesiapan biologis untuk melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka. Untuk menghindari kematian ibu pasca melahirkan.

Anak-anak nelayan mestinya memiliki hak yang sama seperti anak-anak pada umumnya. Mereka memiliki kesempatan untuk bermain, bercanda, dan belajar mengembangkan potensi minat dan bakatnya.

Kemiskinan struktural yang menimpa keluarga Daeng Gassing dan nelayan lainnya merupakan dampak dari pembangunan kota yang tak memperhatikan kehidupan masyarakat pinggiran.

Akibatnya terjadi stagnasi kehidupan yang terpola dimana anak-anak nelayan menjadi korban konsekuensi pembangunan kota.

Cerita Fajar dan Resmi menjadi satu ironi tersendiri melihat gemerlapnya pembangunan Kota Makassar dengan visinya menjadi kota dunia.

[irp]

Pilih Halaman: