Cerita dari India dan Kejutan di Pasar Rakyat yang Tanpa Kantong Plastik

Klikhijau.com - India memang negara dengan populasi terbesar nomor dua di dunia yakni lebih dari 1 Milyar. Dengan jumlah itu, Anda bisa membayangkan betapa ruwetnya permasalahan sampah di negeri itu....

Cerita dari India dan Kejutan di Pasar Rakyat yang Tanpa Kantong Plastik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - India memang negara dengan populasi terbesar nomor dua di dunia yakni lebih dari 1 Milyar. Dengan jumlah itu, Anda bisa membayangkan betapa ruwetnya permasalahan sampah di negeri itu. Belum lagi, hantaman badai kesenjangan sosial yang demikian akut.

Di ibukotanya, New Delhi, kehidupan warganya sangat padat. Anda akan menjumpai lalulintas yang bising dan kemacetan. Kondisinya mirip-mirip kota besar di Indonesia semisal Jakarta, tetapi di sana Anda akan terbiasa mendengar klakson kendaraan sebagai lagu kenangan. Pengendara yang ugal-ugalan seperti pembalap bernyawa seribu, juga orang-orang yang buang air sembarangan di pinggir jalan.

Pukul 22.30 saat kami tiba di Delhi (31 Januari 2020), bus mengantar kami ke penginapan tak jauh dari bandara. Dari atas bus saya mencermati penampakan di pinggir jalan raya. Hal pertama yang mengagetkan adalah sampah yang bergentayangan di sana-sini.

Lalu, kendaraan yang parkir sembarangan di tepi jalan. Mobil-mobil yang melintas nampak kotor berdebu, usang tak terawat. Suasana kotanya mewakili suatu kehidupan yang berat nan kompleks.

[irp]

Keesokan harinya saat kami berkunjung ke India Gate alias gerbang India, sebuah spot bersejarah. Gerbang terkenal dan bersejarah itu ย dibangun untuk memperingati perang dunia I di New Delhi. Saya takjub dengan bangunan tua itu, tetapi cukup terganggu dengan keberadaan pengemis, penjual, tukang foto yang terus menggoda dan toiletnya yang nehi-nehi.

Guide kami, Nadiem sudah memperingatkan agar menghindari kontak dengan siapa pun juga yang menawarkan sesuatu. Pernyataan ini penting bagi kami yang pertama kali menginjak Delhiโ€”walau di satu sisi juga mengherankan, sebab peringatan itu sama saja dengan meniadakan transaksi jasa dan jual beli antara turis dan warga lokal.

Yah, sudahlah, barangkali memang pesan ini jauh lebih baik, ketimbang insiden buruk yang mengancam dan berisiko bagi turis yang datang. Konon, para pedagang jalanan itu bisa saja menghipnotis, menipu, dan mencopet dompet. Seram!

Pejalan kaki dan sesuatu di pasar rakyat

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: