Bunga Pagoda, Si Liar yang Lihai Menggoda

oleh -1,994 kali dilihat
Bunga Pagoda, Si Liar yang Lihai Menggoda
Bunga Pagoda, Si Liar yang Lihai Menggoda-foto/Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Bunga pagoda itu tumbuh di depan rumah. Di sebelah kiri jalan keluar. Ia tumbuh di pinggir saluran air yang tiada henti mengalirkan airnya yang jernih.

Tanaman bernama ilmiah Clerodendrum japonicum  itu tak sengaja ditanam. Ia tumbuh liar begitu saja. Bahkan kehadirannya cenderung diabaikan.

Beberapa hari yang lalu, ada keluarga  Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Jumlahnya lumayan banyak, dua mobil. Mereka, khususnya yang emak-emak sangat ganrung terhapad bunga hias.

Mobil mereka penuh dengan tanaman hias, namun tak ada yang melirik bunga pagoda itu. Padahal dari segi bunganya ia tak kalah menariknya.

KLIK INI:  Bunga Iler, Tanaman Hias Berfungsi Herbal dan Cara Merawatnya

Meski memiliki bunga yang eksotis, tak banyak warga  yang memeliharanya di halaman rumahnya.

Bahkan beberapa warga justru menanamnya di kebun sebagai tanda batas antara kebun warga yang satu dengan yang lain. Sebagiannya, tumbuh liar saja menjadi gulma.

Daya tarik bunga pagoda

Sebenarnya, tanama berdaun hijau segar itu, setidaknya memiliki tiga daya tarik  yang menggoda.

Pertama pada bunganya, tanaman ini memiliki bunga berbentuk piramida atau kamu juga bisa melihatnya serupa pohon natal.

Bunganya berwarna merah cerah menghadap ke atas dengan terlihat merincung bagian atasnya. Bunganya itu berbentuk tangkai, tangkai paling bawa panjang dan semakin ke atas semakin pendek.

Tangkai bunganya mengelilingi batang tempat tumbuhnya, sehingga tampak terlihat membundar. Ia memiliki bunga majemuk,  terdiri  atas  bunga  kecil-kecil  yang  berkumpul, bunga itulah berbentuk piramid yang keluar  dari ujung   tangkai. Tanaman ini juga memiliki   buah   bulat, (Wijayakusuma, 1992).

Karena memiliki kembang yang indah, maka tanaman ini biasanya dijadikan tanaman hias di halaman rumah atau di pinggir jalan.

KLIK INI:  7 Tips Sederhana yang Bisa Diterapkan untuk Mengatasi Sampah Fesyen
Manfaat bunga pagoda

Bagian menggoda yang kedua dari bunga pagoda  adalah manfaatnya. Tanaman ini   memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Fitriana Ibrahim, (2018) menuturkan jika daun pagoda telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di India, Korea, China,  dan Jepang.

Tanaman dari ordo Clerodendrum ini telah dimanfaatkan dalam terapi,  terutama dalam pengobatan, kanker, asma, katarak, penyakit kulit malaria, tifus, dan hipertensi.

Tanaman ini  mengandung flavonoid, alkaloid, terpen, glikosida, tanin, dan sterol.  Flavonoid sendiri merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan.

Tumbuhan yang memiliki senyawa ini yang memiliki efek biologis seperti antimikroba, antihipertensi, antioksidan, antiplatelet, antiviral, sitotooksik, dan aktivitas anti-inflamasi.

Namun, di antara banyak jenis penyakit yang bisa di atasi oleh keampuhan Clerodendrum  japonicum ini, yang paling dikenal luas oleh masyarakat sebagai pengobatan pada wasir atau ambien atau biasa juga disebut hemoroid.

Wang, (2018) juga mengungkapkan bahwa skrining fitokimia awal ekstrak dari tanaman ini    menunjukkan    adanya kandungan pitosterol, flavinoid  triterpenoid, ,    lakton,    lemak    dan    asam lemak,  glikosida,  senyawa  fenolik  dan tanin.  Senyawa  fenolik  memiliki  sifat biologis    seperti  ,    anti-penuaan,  anti-apoptosis,    anti-kanker,    anti-inflamasi, antiaterosklerosis, peningkatan fungsi endotel,  perlindungan kardiovaskular   penghambatan    angiogenesis dan   aktivitas   proliferasi   sel.

Tidak hanya daunnya yang bisa dimanfaatkan sebagai obat, tapi juga akarnya. Pada   bagian   akar  mengandung  flavonoid, iso-prenepolymer, galactinol, stigmosterol, cyrthopillyn, n-pentacosane, melissyl alcohol, y-sitosterol,     clerosterol, picein, friedelin,epifriedelinol, clerodendrin. Kandungan  ini  diklaim  dapat  mengatasi bukan hanya hemoroid, tetapi  juga     dapat mengatasi batuk darah, nyeri reumatoid, dan disentri (Rifadly Yusril Maulana, Danang Samudro Wicaksono dalam Thomas,  2020).

KLIK INI:  Tak Butuh Tanah dan Air, Begini Cara Merawat Tanaman Hias Jenggot Musa
Klasifikasi bunga pagoda

Bagian ketiga yang menggoda dari tanaman bunga pagoda karena mudah tumbuh.  Meski sudah dipangkas atau dicabut, jika masih ada akarnya yang tersisa ia bisa tumbuh. Akarnya bisa mengeluarkan kuncup yang baru.

Pun jika ingin menanamnya cukup mudah, tinggal potong batang atau tangkainya saja lalu tancapkan ke tanah. Tak perlu perawatan ekstra. Tunggu saja, dan akan tumbuh dengan subur.

Bunga pagoda merupakan perdu meranggas. Ia   dapat  tumbuh mencapai  tinggi hingga   1 sampai 3   meter.   Batangnya   penuh dengan   rambut   halus,   berdaun   tunggal, bertangkai,   letak   berhadapan,   bentuk bulat   telur   lebar,   pangkal   berbentuk jantung,   daun   tua   bercagap   menjari yang panjang  dapat  mencapai  30 cm.

Untuk lebih jelasnya berikut klasifikasi Ilmiahnya berdasarkan Wikipedia:

  • Kingdom: Plantae
  • Subkingdom: Tracheobionta
  • Superdivisi: Spermatophyta
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Super Kelas: Asteridae
  • Ordo: Lamiales
  • Famili: Lamiaceae
  • Genus: Clerodendrum
  • Spesies: Clerodendrum paniculatum

Selain bunga pagoda, sesungguhnya masih banyak tanaman yang tumbuh liar dan berpotensi menjadi tananam hias dengan beragam manfaat,  namun masih diabaikan .

KLIK INI:  Biji Bunga Matahari, Cemilan Mungil yang Penuh Manfaat