- Kesadaran yang Datang Terlambat akan Keindahan Lily Amazon - 18/04/2026
- Mata Waktu - 12/04/2026
- Cerita Elang Alap Jepang yang Lepas dari Jeratan Maut - 05/04/2026
Klikhijau.com – Bunga pagoda itu tumbuh di depan rumah. Di sebelah kiri jalan keluar. Ia tumbuh di pinggir saluran air yang tiada henti mengalirkan airnya yang jernih.
Tanaman bernama ilmiah Clerodendrum japonicum itu tak sengaja ditanam. Ia tumbuh liar begitu saja. Bahkan kehadirannya cenderung diabaikan.
Beberapa hari yang lalu, ada keluarga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Jumlahnya lumayan banyak, dua mobil. Mereka, khususnya yang emak-emak sangat ganrung terhapad bunga hias.
Mobil mereka penuh dengan tanaman hias, namun tak ada yang melirik bunga pagoda itu. Padahal dari segi bunganya ia tak kalah menariknya.
Meski memiliki bunga yang eksotis, tak banyak warga yang memeliharanya di halaman rumahnya.
Bahkan beberapa warga justru menanamnya di kebun sebagai tanda batas antara kebun warga yang satu dengan yang lain. Sebagiannya, tumbuh liar saja menjadi gulma.
Daya tarik bunga pagoda
Sebenarnya, tanama berdaun hijau segar itu, setidaknya memiliki tiga daya tarik yang menggoda.
Pertama pada bunganya, tanaman ini memiliki bunga berbentuk piramida atau kamu juga bisa melihatnya serupa pohon natal.
Bunganya berwarna merah cerah menghadap ke atas dengan terlihat merincung bagian atasnya. Bunganya itu berbentuk tangkai, tangkai paling bawa panjang dan semakin ke atas semakin pendek.
Tangkai bunganya mengelilingi batang tempat tumbuhnya, sehingga tampak terlihat membundar. Ia memiliki bunga majemuk, terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul, bunga itulah berbentuk piramid yang keluar dari ujung tangkai. Tanaman ini juga memiliki buah bulat, (Wijayakusuma, 1992).
Karena memiliki kembang yang indah, maka tanaman ini biasanya dijadikan tanaman hias di halaman rumah atau di pinggir jalan.
Manfaat bunga pagoda
Bagian menggoda yang kedua dari bunga pagoda adalah manfaatnya. Tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Fitriana Ibrahim, (2018) menuturkan jika daun pagoda telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di India, Korea, China, dan Jepang.
Tanaman dari ordo Clerodendrum ini telah dimanfaatkan dalam terapi, terutama dalam pengobatan, kanker, asma, katarak, penyakit kulit malaria, tifus, dan hipertensi.
Tanaman ini mengandung flavonoid, alkaloid, terpen, glikosida, tanin, dan sterol. Flavonoid sendiri merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan.
Tumbuhan yang memiliki senyawa ini yang memiliki efek biologis seperti antimikroba, antihipertensi, antioksidan, antiplatelet, antiviral, sitotooksik, dan aktivitas anti-inflamasi.
Namun, di antara banyak jenis penyakit yang bisa di atasi oleh keampuhan Clerodendrum japonicum ini, yang paling dikenal luas oleh masyarakat sebagai pengobatan pada wasir atau ambien atau biasa juga disebut hemoroid.
Wang, (2018) juga mengungkapkan bahwa skrining fitokimia awal ekstrak dari tanaman ini menunjukkan adanya kandungan pitosterol, flavinoid triterpenoid, , lakton, lemak dan asam lemak, glikosida, senyawa fenolik dan tanin. Senyawa fenolik memiliki sifat biologis seperti , anti-penuaan, anti-apoptosis, anti-kanker, anti-inflamasi, antiaterosklerosis, peningkatan fungsi endotel, perlindungan kardiovaskular penghambatan angiogenesis dan aktivitas proliferasi sel.
Tidak hanya daunnya yang bisa dimanfaatkan sebagai obat, tapi juga akarnya. Pada bagian akar mengandung flavonoid, iso-prenepolymer, galactinol, stigmosterol, cyrthopillyn, n-pentacosane, melissyl alcohol, y-sitosterol, clerosterol, picein, friedelin,epifriedelinol, clerodendrin. Kandungan ini diklaim dapat mengatasi bukan hanya hemoroid, tetapi juga dapat mengatasi batuk darah, nyeri reumatoid, dan disentri (Rifadly Yusril Maulana, Danang Samudro Wicaksono dalam Thomas, 2020).
Klasifikasi bunga pagoda
Bagian ketiga yang menggoda dari tanaman bunga pagoda karena mudah tumbuh. Meski sudah dipangkas atau dicabut, jika masih ada akarnya yang tersisa ia bisa tumbuh. Akarnya bisa mengeluarkan kuncup yang baru.
Pun jika ingin menanamnya cukup mudah, tinggal potong batang atau tangkainya saja lalu tancapkan ke tanah. Tak perlu perawatan ekstra. Tunggu saja, dan akan tumbuh dengan subur.
Bunga pagoda merupakan perdu meranggas. Ia dapat tumbuh mencapai tinggi hingga 1 sampai 3 meter. Batangnya penuh dengan rambut halus, berdaun tunggal, bertangkai, letak berhadapan, bentuk bulat telur lebar, pangkal berbentuk jantung, daun tua bercagap menjari yang panjang dapat mencapai 30 cm.
Untuk lebih jelasnya berikut klasifikasi Ilmiahnya berdasarkan Wikipedia:
- Kingdom: Plantae
- Subkingdom: Tracheobionta
- Superdivisi: Spermatophyta
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Super Kelas: Asteridae
- Ordo: Lamiales
- Famili: Lamiaceae
- Genus: Clerodendrum
- Spesies: Clerodendrum paniculatum
Selain bunga pagoda, sesungguhnya masih banyak tanaman yang tumbuh liar dan berpotensi menjadi tananam hias dengan beragam manfaat, namun masih diabaikan .







