7 Tips Sederhana yang Bisa Diterapkan untuk Mengatasi Sampah Fesyen

oleh -93 kali dilihat
7 Tips Memilih Produk Fashion Ramah Lingkungan
Ilustrasi - Foto/CNN Indonesia

Klikhijau.com – Fashion atau fesyen tidak terpisah dari kehidupan sehari-hari. Produksinya melimpah. Daya godanya untuk membeli juga kencang.

Produksi busana (fesyen) di dunia sejak tahun 2000 mengalami peningkatan dua kali lipat. Rerata konsumen membeli busana baru lebih banyak 60 persen setiap tahun dibanding pada tahun-tahun awal abad ke-21 (Vice, 2020)

Budaya konsumtif itu tidak dibarengi dengan pengolahan sampah fesyen yang baik. Harus diakui tidak sedikit orang yang memang hobi membeli pakaian, meski hanya dibiarkan menumpuk saja di lemari.

Saat ini industri fesyen terus melakukan inovasi, tidak sedikit yang mulai menyasar ke bahan yang berkelanjutan alias ramah lingkungan.

KLIK INI:  Jadi Cover Depan Vogue, Greta Thunberg Kritik 'Greenwashing' Industri Fesyen

Namun, masih banyak pula yang tetap setia pada produk yang mengabaikan lingkungan. Karenanya, tidak mengherankan jika industri fesyen menjadi salah satu pencemaran lingkungan.

Meski begitu, sebagai konsumen kita harus pandai-pandai agar terhindar dari jebakan Batman sampah fesyen. Namun, sebelum kita melangkah ke tips mengatasi sampah fesyen. Ada baiknya kita bahas sedikit apa itu fesyen sebenarnya.

Fesyen adalah penampilan yang meliputi aksesoris, sepatu, tata rias, tas, gaya rambut dan yang paling utama tentu saja pakaian.

Saat ini mata mulai tertuju pada fesyen berkelanjutan, yakni  fesyen berkelanjutan adalah praktik dalam fesyen yang mengedepankan nilai-nilai dari berbagai pihak yang terlibat di dalamnya, khususnya lingkungan dan kemanusiaan. Bagaimana agar fesyen apapun bentuknya mulai dari gaya hidup pribadi hingga ranah bisnis selayaknya memakmurkan dan meninggalkan kerugian seminim mungkin (Zero Waste Indonesia).

Agar lebih berkelanjutan, berikut ini adalah tips sederhana yang bisa dilakukan agar tidak terjebak dan menjadi penyumbang sampah fesyen ke lingkungan.

KLIK INI:  Apa Itu “Slow Fashion”? Paradigma Berkelanjutan dalam Produksi Fesyen
  • Merawat pakaian

Membeli pakaian seberkualitas apa pun itu tanpa merawatnya. Sama saja dengan bohong. Jadi, merawat pakaian adalah keharusan agar lebih awet.

Dengan merawat pakaian yang kita miliki, akan membuat kita tidak segera membeli pakaian baru.  Artinya hal tersebut akan membuat kita menghasilkan sampah fesyen lebih minim. Jadi, ayo rawat pakaianmu.

Tukar baju

Ide tukar baju ini pernah diterapkan oleh Zero Waste Indonesia sejak tahun 2019 lalu.  Tukar baju merupakan salah satu solusi mengatasi sampah fesyen dan limbah tekstil di Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri banyak di antara kita yang memiliki pakaian, baik itu sepatu atau aksesoris lainnya yang hanya menganggur di rumah karena berbagai sebab.

Nah, dengan adanya tukar barang, baik itu sepatu maupun baju akan mengurangi sampah fesyen dan lebih akan lebih irit.

KLIK INI:  Cara Efeketif Melenyapkan Jamur di Kamar Mandi dengan Bahan Alami
  • Donasikan

Mendonasikan pakaian bekas bukanlah hal baru, khususnya di Indonesia. Hal ini sangat mudah kita temukan, khususnya saat terjadi bencana alam atau kebakaran. Biasanya banyak yang akan meminta donasi pakaian bekas.

Aktivitas berdonasi pakaian akan sangat membantu masyarakat yang memiliki daya beli pakaian yang kurang. Jadi, selain mengurangi sampah fesyen, donasi pakaian juga bisa menjadi amal jariah dan membantu sesama.

  • Thrift shop

Belakang ini thrift shop sedang tren. Thrift shop adalah istilah yang digunakan untuk toko yang menjual barang bekas dan hasil penjualannya disumbangkan sebagai bagian dari amal, (Liputan6.com).

Dengan menerapkan thrift shop atau vintage, kita bisa membuat pakaian lebih awet dan lebih berguna bagi orang lain. Thrift shop adalah salah satu solusi untuk mengurangi limbah fesyen.

Selain berguna bagi orang lain karena bisa dipakai ulang, thrift shop juga bisa menjadi solusi untuk mendapatkan cuan.

KLIK INI:  Penting! Begini Cara Membuat Sumur Resapan Air dan Manfaat di Baliknya!
  • Modifikasi

Memodifikasi busana adalah cara bijak untuk membuatnya lebih menarik dan terlihat baru serta unik. Cara ini juga dikenal dengan nama pendaurulangan busana atau fesyen.

Melalui modifikasi fesyen, kita dapat menciptakan tren berkelanjutan dan dapat diperbarui.

“Jadi untuk merespons fast fashion kita memang bisa mendaur ulang baju. Mungkin saja kita bisa mendaur ulang dari empat baju jadi satu,” jelas Ali Charisma, Desainer yang juga National Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC).

KLIK INI:  Siap Mudik, Ini 7 Tips Mudik Ramah Lingkungan!
  • Bijak membeli

Godaan membeli pakaian baru memang kerap datang menghentak-hentak. Namun, ada baiknya jika godaan itu datang ditepis kuat.

Jika ingin membeli pakaian, belilah pakaian yang berkualitas. Sebab pakaian yang berkualitas akan lebih awet. Hal itu akan membuat kita tidak cepat membeli pakaian baru.

  • Berburu cakar

Di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, ada satu istilah khusus bagi penjual pakaian bekas, yakni cakar. Kata cakar ini ada berpendapat merupakan singkatan dari cap karung. Itu karena pakaian bekas biasanya dikemas dalam karung, cara penjualannya juga kadang ditumpuk saja.

Pakaian yang dijual dalam bentuk cakar biasanya memiliki kualitas yang baik dengan harga sangat miring. Karena itu, berburu cakar bisa menjadi solusi untuk menekan produksi pakaian dan menjadi magnet mengurangi sampah fesyen.

Nah, sahabat hijau, bagian mana yang telah diterapkan atau yang akan segera diterapkan?

KLIK INI:  7 Opsi Penanganan Sampah Saset agar Tak Mencemari Lingkungan