Bisakah MRT Mendepak Jakarta dari Gelar Kota Berpolusi Udara Terburuk di Asia Tenggara?

Jakarta, Klikhijau.com – Setelah melewati enam presiden dan sembilan gubernur, penantian panjang warga Jakarta memiliki mode transportasi modern akhirnya berakhir.  Hari berakhirnya penantian itu data...

Bisakah MRT Mendepak Jakarta dari Gelar Kota Berpolusi Udara Terburuk di Asia Tenggara?
Bacakan Artikel

"Jadi, ratusan kota dimonitor kualitas udaranya secara reguler pada tahun 2018. Jakarta menempati urutan pertama dan Hanoi berada di urutan kedua di Asia Tenggara untuk kualitas udara terburuk," kata Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak seperti yang ditayangkan kompas.com.

Pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang rata-rata kualitas udara harian seharusnya 25 mikrogram per meter kubik udara. Namun, rata-rata harian kualitas udara di Jakarta melampaui ketentuan tersebut dengan indikator PM 2.5 adalah 45,3 mikrogram per meter kubik udara.

[irp posts="2006" name="Waspada, Polusi Udara Meracuni dan Menghancurkan Hidup Jutaan Anak"]

"Rata-rata harian kualitas udara di Jakarta lebih buruk 4,5 kali lipat dari batas aman dan batas sehat yang ditetapkan oleh WHO. Angka itu juga meningkat dibanding tahun 2017 di mana rata-rata harian kualitas udara di Jakarta adalah 29,7," papar Leonard.

Salah satu penyebab utama pencemaran udara di Jakarta menurut Leonard Simanjuntak adalah emisi kendaraan bermotor. Diketahui bahwa jumlah kendaraan bermotor di Jakarta semakin meningkat setiap tahunnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: