Astronomi Lokal Kewalahan Memprediksi Musim, Perubahan Iklim Didorong oleh Aktivitas Manusia?

Klikhijau.com - Belakangan, orang-orang tua kita di kampung semakin kewalahan menghadapi musim tanam untuk memulai aktivitas mereka di sawah maupun di kebun. Astronomi lokal kian kesulitan melakuka...

Astronomi Lokal Kewalahan Memprediksi Musim, Perubahan Iklim Didorong oleh Aktivitas Manusia?
Bacakan Artikel
irfan palippui

Artikel terbaru dari irfan palippui (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Akan tetapi, apakah perubahan cuaca ekstrim di atas hanya cukup di tengarai oleh siklus fenomena alam saja?

[irp]

Perubahan iklim dan aktivitas manusia

Berdasarkan hasil penelitian mutakhir, pertanyaan di atas tentu saja tidak cukup menjawab pertanyaan ini. Baru-baru ini, hasil studi yang dipublikasikan di Nature Communication[3] melihat bahwa kecederungan kelembaban planet bumi tidak hanya melulu diakibatkan oleh siklus alam.

Para ilmuawan bumi mulai mengungkapkan bahwa perubahan iklim justru banyak disebabkan oleh aktivitas manusia. Menurut tulisan tersebut, aktivitas dan dorongan manusia itu potensinya lebih berbahaya. Dan itu telah membuat bumi lebih lembab: lebih sering hujan dan bersalju.

Untuk membuktikan pernyataan itu, ilmuwan bumi dari University of California, Los Angeles, menggunakan Machine learning-based methods untuk menunjukkan bahwa perubahan iklim yang didorong oleh aktivitas manusia memberi dampak signifikan terhadap  perubahan iklim.

Studi ini menemukan bahwa beberapa dekade terakhir, aktivitas manusia yang menyebabkan pemanasan global mendorong tingginya intensitas curah hujan dan salju ekstrem. Jika dibiarkan, kemungkinan besar aktivitas manusia itu akan terus berkontribusi pada cuaca ekstrem di masa depan.

[irp]

Para ilmuwan telah lama khawatir tentang bagaimana kenaikan suhu menyebabkan intensitas hujan lebat di seluruh dunia. Saat dunia serasa panas, sesungguhnya baik air laut, danau, serta tanah akan menguap dan berakhir di atmosfer bumi.

Atmosfer yang lebih panas  inilah yang menahan lebih banyak kelembapan, dengan uap air global meningkat sekitar 7 persen untuk setiap 1°C pemanasan. Dampaknya akan sering terjadi hujan maupun salju, sebab kelembaban tadi menyediakan potensi hujan lebih deras.

Ini tidak hanya berarti perubahan iklim menyebabkan lebih banyak awan dan menyebabkan hujan setiap harinya – meskipun itu mungkin salah satu aspek masalahnya.

Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian lain, intensifikasi curah hujan tentulah berpotensi menelan korban jiwa sebab frekuensi atau keparahan banjir serta tanah longsor juga sewaktu-waktu dapat terjadi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: