Klikhijau.com – Ratusan anak dan orang tua memadati area Car Free Day Surabaya, Minggu 10 Agustus 2025, dalam rangka Gebyar Hari Anak Nasional. Acara yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur ini menjadi momen penting untuk menyebarkan pesan perlindungan anak dari ancaman tak terlihat, mikroplastik.
Bersama ECOTON Foundation, pengunjung diajak untuk melihat langsung partikel-partikel mikroplastik yang mengancam kesehatan. Melalui mikroskop, anak-anak dan orang tua dibuat terkejut saat menyaksikan partikel kecil tersebut, yang ternyata bisa masuk ke tubuh melalui botol susu, kemasan makanan, hingga udara yang kita hirup.
Bahaya Tersembunyi di Sekitar Kita
Penelitian menunjukkan bahwa bayi dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan. Menurut Rafika Aprilianti, peneliti mikroplastik dari ECOTON, bayi dapat terpapar hingga 20 kali lebih banyak mikroplastik dibanding orang dewasa per kilogram berat badan. Partikel ini membawa bahan kimia berbahaya yang bisa mengganggu hormon dan menurunkan sistem imun.
“Anak-anak seharusnya tumbuh di lingkungan yang aman dan sehat. Mengurangi plastik sekali pakai adalah langkah penting melindungi generasi penerus dari bahaya mikroplastik,” tegas Rafika.
Gerakan “Tutup Kran Plastik”
Sebagai simbol perlawanan, ECOTON membawa kran plastik raksasa ke tengah keramaian. Kran ini bukan sekadar properti, melainkan pesan kuat untuk “menutup” produksi plastik sekali pakai. Upaya ini harus didukung dengan penegakan regulasi yang ketat.
Selain itu, ECOTON juga memperkenalkan solusi nyata, yaitu layanan refill-in. Layanan ini memungkinkan masyarakat mengisi ulang produk rumah tangga tanpa harus membeli kemasan baru, menjadi langkah praktis mengurangi sampah sachet plastik yang sulit diurai.
Suara Lantang Anak-anak Surabaya
Semangat peringatan Hari Anak Nasional ini semakin hidup berkat suara lantang anak-anak. Mereka tak hanya menyampaikan pesan anti-plastik, tetapi juga menyuarakan isu-isu penting lainnya seperti anti pernikahan dini dan perundungan (bullying).
“Aku ingin bumi bersih dari plastik supaya hewan dan manusia bisa hidup sehat,” ujar seorang siswi SMP Santa Maria Surabaya.
Kalimat sederhana yang sarat makna ini menggugah kesadaran banyak pihak.
Di sisi lain, Ibu Rinsi dari Yayasan Seribu Cinta mengaku terkejut dengan edukasi yang ia dapat.
“Saya baru tahu kalau plastik yang kita pakai sehari-hari bisa jadi mikroplastik yang berbahaya untuk anak. Edukasi ini sangat penting untuk semua orang tua,” tuturnya.
Membangun Generasi Emas 2045
Kegiatan ini tidak hanya edukasi lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya pemenuhan hak anak. Ibu Pingki, Panitia Gebyar Hari Anak Nasional BKKKS Jatim, menjelaskan bahwa perlindungan dari bahaya mikroplastik adalah bagian dari hak anak untuk hidup dan tumbuh kembang dengan sehat.
“Semua ini menjadi pondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
ECOTON dan BKKKS Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan industri untuk bergerak bersama. Lindungi anak-anak dari ancaman mikroplastik, mulai dari rumah, dan mulai dari sekarang. Masa depan generasi penerus ada di tangan kita.








