Jantung Tercemar Mikroplastik: Ancaman Senyap di Balik Krisis Plastik

Klikhijau.com – Pernahkah Anda membayangkan bahwa setiap detakan jantung kita, setiap tarikan napas, bahkan setiap sel dalam tubuh, mungkin saja dihuni oleh partikel-partikel tak kasat mata dari sampa...

Jantung Tercemar Mikroplastik: Ancaman Senyap di Balik Krisis Plastik
Bacakan Artikel
Klikhijau.com – Pernahkah Anda membayangkan bahwa setiap detakan jantung kita, setiap tarikan napas, bahkan setiap sel dalam tubuh, mungkin saja dihuni oleh partikel-partikel tak kasat mata dari sampah plastik yang terbuang?. Sebuah penelitian terbaru yang digagas oleh Komunitas MARAPAIMA dan Ecoton, bekerja sama dengan mahasiswa Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang (Kesmas UM), mengungkap fakta yang sangat mengkhawatirkan: mikroplastik kini telah bersarang di darah, urin, dan bahkan cairan ketuban manusia, menandakan adanya ancaman serius bagi keberlangsungan peradaban kita.
Mikroplastik Menjelajah Tubuh: Darah, Urin, dan Ketuban Tak Luput dari Kontaminasi
Tim peneliti, yang terdiri dari Amalia Putri Kurniawati, Marshanda Rachma Maulida, dan Muhammad Alvin Alvianto, berhasil menemukan jejak mikroplastik di berbagai sampel tubuh manusia. Malang, 23 Juli 2025 "Dalam darah, kami menemukan 88 partikel dari 26 sampel, didominasi jenis fragmen. Pada cairan ketuban, ada 107 partikel dari 11 sampel yang didominasi jenis fiber, sementara urin menunjukkan 52 partikel dari 9 sampel, juga didominasi fiber," jelas Alvin Alvianto, salah satu mahasiswa peneliti. Lebih lanjut, Alvin menyoroti bahwa sampel darah, urin, dan cairan ketuban banyak terkontaminasi PET (polietilena tereftalat). Ini adalah jenis plastik yang sangat umum digunakan untuk kemasan air minum. Fakta ini sungguh mencemaskan, mengingat PET diketahui memiliki kemampuan untuk menembus sawar darah-otak, sebuah mekanisme pertahanan alami tubuh, dan berpotensi memicu penurunan fungsi kognitif serta meningkatkan risiko demensia. Lalu, bagaimana partikel-partikel mikroskopis ini bisa masuk ke dalam tubuh kita? Jawabannya ada di mana-mana: melalui udara yang kita hirup, makanan yang kita konsumsi, dan bahkan melalui kontak dengan kulit kita. Diperkirakan, setiap individu menghirup sekitar 53.700 partikel mikroplastik setiap tahunnya. Partikel-partikel ini bukan sekadar "penumpang" di dalam tubuh, tetapi juga berpotensi merusak sel, mengganggu keseimbangan hormon, dan bahkan membahayakan perkembangan janin.

Krisis ini diperparah oleh fakta bahwa lebih dari 16.000 bahan kimia menyusun plastik, termasuk BPA yang bersifat toksik dan dikenal sebagai pengganggu hormon.

Malang dalam Cengkeraman Sampah Plastik

Kota Malang, sebagai lokasi penelitian ini, menjadi contoh nyata betapa gentingnya situasi ini. Setiap hari, Malang memproduksi rata-rata 778,34 ton sampah, di mana plastik menyumbang 13,7% atau lebih dari 106 ton limbah plastik yang terus menumpuk di TPA Supit Urang.

Ironisnya, upaya pemerintah kota sejauh ini hanya sebatas menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Malang No. 8/2021, tanpa disertai langkah-langkah konkret seperti pengawasan ketat, insentif bagi pelaku usaha yang beralih ke kemasan ramah lingkungan, atau sanksi tegas bagi pelanggar.

Akibatnya, sektor kafe dan UMKM masih bebas menggunakan kemasan sekali pakai, memperparah akumulasi sampah plastik dan mengancam kebersihan serta kesehatan masyarakat.

Perjalanan Mikroplastik dalam Tubuh: Dari Usus Hingga ke Jantung

Bagaimana partikel-partikel mini ini bisa sampai ke jantung dan organ vital lainnya? Prosesnya kompleks, dimulai dari saluran pencernaan:

Opsonisasi: Mikroplastik dibungkus oleh protein (vesikel) agar bisa melewati lapisan mukus, yaitu lendir pelindung pada dinding usus yang menjadi penghalang awal terhadap zat asing.

Absorpsi: Mikroplastik diserap oleh usus halus, tempat utama penyerapan zat dalam tubuh.

Proses Masuk ke Aliran Darah: Setelah diserap, mikroplastik bisa masuk ke aliran darah melalui beberapa mekanisme:

Transitosis: Melalui sel usus, celah antar sel (paracellular transport), atau ditangkap oleh sel imun (M cells, makrofag, dan sel fagosit migran). Eksositosis: Mikroplastik melewati lapisan mukus dan melepaskan vesikel ke dalam jaringan di bawah lapisan usus, lalu masuk ke pembuluh darah kapiler dan terbawa oleh aliran darah.

Dari sana, partikel-partikel ini terbawa oleh aliran darah dan tersebar ke berbagai organ tubuh, termasuk jantung, otak, paru-paru, dan hati.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2