Hari Tanpa Kantong Plastik: Dari Ancaman ke Harapan

Klikhijau.com - Di suatu sudut waktu, lahir sebuah bisikan dari pabrik-pabrik raksasa: "Kemudahan!" Dari sana, melesatlah ia, si tipis, si ringan, si bening, yang kita kenal sebagai kantong plastik....

Hari Tanpa Kantong Plastik: Dari Ancaman ke Harapan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Di suatu sudut waktu, lahir sebuah bisikan dari pabrik-pabrik raksasa: "Kemudahan!" Dari sana, melesatlah ia, si tipis, si ringan, si bening, yang kita kenal sebagai kantong plastik.

Ia bagai jaring laba-laba modern, menangkap segala kebutuhan kita, dari buah segar di pasar hingga deterjen di minimarket. Kita memeluknya, membiarkannya mengangkut beban kita, tanpa pernah bertanya, "Setelah ini, ke mana kau pergi?"

Kita tak tahu, atau mungkin pura-pura tak tahu, bahwa setiap kantong plastik yang kita lepas, setiap "terima kasih" yang kita ucapkan padanya, adalah sebuah janji keabadian.

Mereka tak menghilang. Mereka menari di atas angin, tersangkut di ranting pohon yang kesepian, dan akhirnya, menempuh perjalanan panjang menuju lautan. Di sana, di hamparan biru yang luas, mereka bertemu jutaan saudaranya, membentuk benua-benua buatan manusia, mengambang di atas gelombang, sunyi namun mematikan.

Para penghuni samudra, yang tak berdosa, mengira "jaring" tipis ini adalah santapan. Seekor penyu purba mengira itu ubur-ubur, seekor paus raksasa mengira itu plankton. Dan setiap suapan adalah gigitan kematian. Mereka tercekik, terjerat, perut mereka penuh dengan kebohongan plastik yang tak bisa dicerna.

Data dari UNEP mencatat, 5 triliun kantong plastik diproduksi setiap tahun, sebagian besar hanya untuk beberapa menit kemudahan, namun abadi di alam selama berabad-abad. Sebuah studi di jurnal Science pada 2015 bahkan mengungkap, 4,8 hingga 12,7 juta metrik ton sampah plastik dari daratan mencemari laut setiap tahun. Bayangkan, seberapa banyak kantong plastik di dalamnya.

Indonesia, permata khatulistiwa, ternyata ikut menyumbang pilu. Data KLHK dan World Bank (2021) menyebutkan sekitar 1,2 juta ton sampah plastik berakhir di lautan Indonesia tiap tahun, dan 50% dari kantong plastik itu hanya sekali pakai.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah nyanyian pilu dari ekosistem yang tercekik, dari pulau-pulau sampah sebesar 1,6 juta kilometer persegi di Pasifik, dari ribuan hewan laut yang tewas, dan dari mikroplastik—serpihan tak kasat mata—yang kini ditemukan bahkan di plasenta manusia.

Kantong plastik, yang dulu kita anggap teman, telah menjadi musuh senyap, merayapi setiap inci kehidupan.

Detak Harapan: Memetik Bintang di Tanggal 3 Juli

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2