Akankah Kita Kehilangan Burung Penyanyi dari Asia Tenggara Itu?

Klikhijau.com - Si penyanyi merdu itu akan segera tiada. Ia kini terancam punah. Kabar buruk itu adalah yang kesekian datang dari dunia hewan. Ancaman kepunahan burung telah jadi hal yang kita angg...

Akankah Kita Kehilangan Burung Penyanyi dari Asia Tenggara Itu?
Bacakan Artikel

"Permintaan yang tinggi untuk burung penyanyi di Asia Tenggara dan berkurangnya populasi mereka bukan lagi hanya masalah domestik. Ini telah menjadi masalah internasional yang harus diperhatikan," kata Kanita Krishnasamy, Direktur TRAFFIC Asia Tenggara dikutip dari Kompas.com.

[irp posts="5470" name="Dua Jenis Burung Ini Menghilang, Kemungkinan Telah Punah"]

Terdapat 4.280 ekor murai batu diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia pada Juli 2017. Pada tahun 2019, setidaknya 1.627 ekor ditangkap dalam empat insiden baik di Indonesia dan Singapura.

Tingginya permintaan untuk membeli dari daerah-daerah seperti Jawa, Bali, Lombok dan Kalimantan. Hal ini telah diteliti oleh lembaga TRAFFIC, Monitor, YPI, Oxford Wildlife Trade Research Group, WWF Malaysia, Universitas Gadjah Mada dan PERHILITAN.

"Banyaknya penyitaan yang kami lakukan dalam dekade terakhir membuktikan bahwa ini adalah masalah yang mengkhawatirkan. Kita nampaknya akan kehilangan burung ini, meskipun nantinya, peraturan perdagangan berlisensi akan dibuat," ujar Dato Abdul Kadir bin Abu Hashim, Direktur Jenderal Departemen Margasatwa dan Taman Nasional, Semenanjung Malaysia.

Nah, begitulah artikel yang ditulis Mahmud Zulfikar. Semoga saja artikel tersebut bisa mendorong kita untuk lebih mencintai dan menjaga satwa agar tetap lestari.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: