Ada Gula Ada Semut, Ada Pakan Ada Kupu-kupu

Klikhijau.com - Suatu pagi di halaman rumah. Datang seekor kupu-kupu. Terbang mengitari pohon jeruk yang lumayan julang. Saya curiga si doi mau bertelur. Karena tak mau melewatkan momen, saya pun m...

Ada Gula Ada Semut, Ada Pakan Ada Kupu-kupu
Bacakan Artikel

Jadi tak masalah jika si kupu memakan dedaunan dari jeruk. Toh.. lama-kelamaan ia juga akan bertumbuh kembali. Bahkan tumbuh lebih lebat setelah termakan si ulat.

Saya justru suka menanam jeruk tujuannya agar kupu-kupu suka datang bertelur. Jika jeruknya kosong. Tak ada yang singgah untuk bertelur saya malah jadi risau.

[irp]

Untuk mengobati rasa kecewa, saya pun mencari ulat di pohon jeruk tetangga. Karena sebagian orang malah tidak menyukainya. Menganggapnya sebagai hama.

Padahal sebenarnya jika kita perhatikan secara saksama. Ulat-ulat yang melimpah justru akan menjadi pesta pora burung-burung. Burung adalah salah satu pengontrol serangga, termasuk kupu-kupu.

Kecuali memang lingkungan sekitar kita kurang sehat. Tak ada burung yang suka berkicau di pagi hari. Wah.. itu malah gawat.

Jadi burung-burung gereja ataupun burung kutilang akan mudah mendeteksi keberadaan ulat. Ulat yang menjadi pakannya. Jadi dari beberapa ulat hingga beberapa puluh ekor akan terseleksi. Hanya ada beberapa telur yang mampu bertahan hingga berkembang menjadi ulat, kepompong hingga imago.

[irp]

Sisanya akan termakan predatornya. Termasuk juga telur tak lepas dari pemangsa. Pemangsa berupa parasit. Parasit ini akan menyedot sari telur. Membuat telur tak mampu menetas.

Kepompong juga rawan terhadap kehadiran parasit. Kegagalan menjadi imago pun dialami jika tersuntik parasit atau parasitoid.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: