Kemisteriusan Penyu Jantan Berakhir, Kini Bisa Dilacak dengan Lebih Mudah dan Murah

oleh -9 kali dilihat
Ancaman Kepunahan Penyu Akibat Konsumsi Manusia
Penyu - Foto/ zanteturtlecenter.com

Klikhijau.com – Penyu jantan merupakan makhluk misterius di dunia penyu laut. Karenanya, mereka menjadi sangat penting untuk dipahami.

Namun untuk memahaminya bukanlah perkara mudah. Setelah menetas, penyu jantan jarang kembali ke darat. Karena itulah, mereka  sulit dilacak dan diamati.

Selama ini para peneliti mengandalkan pelacakan satelit atau pengambilan sampel beberapa tukik dan induk untuk mengidentifikasi pejantan dan mengetahui berapa banyak pejantan yang ada. Kedua metode tersebut menghadirkan tantangan unik dalam hal invasivitas, waktu, dan logistik.

Namun, para peneliti Universitas Georgia (UGA) saat ini telah mengembangkan cara yang lebih mudah dan hemat biaya untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyu laut jantan, makhluk yang secara tradisional sulit ditemukan di lautan dunia.

KLIK INI:  Listrik Berpotensi jadi Sumber Energi Termurah Tahun 2050

Melalui metode tersebut, pemantauan populasi penyu yang merupakan salah satu makhluk hidup yang paling lambat di alam  dapat menjadi lebih cepat dan murah.

Proses ini memungkinkan para peneliti untuk menentukan informasi genetik tentang penyu jantan yang berkembang biak dari satu butir telur.

Karena populasi penyu jantan semakin menurun, teknik baru ini akan memungkinkan para ahli biologi dan peneliti lainnya untuk membuat basis data resmi penyu jantan guna membantu pelestarian keanekaragaman hayati dan spesies.

“Anda bisa mengalami keruntuhan populasi penyu hijau terbesar di dunia karena kurangnya produksi pejantan. Lebih sedikit pejantan yang berkembang biak berarti lebih sedikit keragaman genetik pada generasi penyu berikutnya,” kata Brian Shamblin , penulis utama studi ini dan ilmuwan peneliti senior di Sekolah Kehutanan dan Sumber Daya Alam UGA Warnell .

“Kami ingin mencoba mempertahankan keragaman genetik sebanyak mungkin. Keragaman genetik memberi populasi lebih banyak ketahanan. Ini semacam polis asuransi bagi mereka,” lanjutnya.

KLIK INI:  Kepulauan Banda Neira, Pusatnya Keanekaragaman Hayati
Menggunakan satu telur

Teknik baru ini  menggunakan satu butir telur dari sarang. Dengan mengisolasi membran tipis di dalam telur, para peneliti dapat mengekstrak dan menganalisis DNA dari sperma yang terperangkap di dalamnya.

“Saya benar-benar takjub bahwa teknik ini bekerja dengan sangat baik dan konsisten. Kita bisa mendapatkan informasi tentang seluruh kumpulan telur dari sarang itu tanpa harus berinteraksi dengan induk betina atau berinteraksi dengan anak-anak penyu yang baru menetas,” katanya.

KLIK INI:  Triple Planetary Crisis Jadi Ancaman Serius Dunia Pertanian

Dengan mereplikasi proses tersebut pada sarang penyu tempayan dan penyu hijau di wilayah Tenggara dan membandingkan keakuratannya dengan sampel tukik, para peneliti berhasil menentukan profil ayah dari penyu jantan yang berkembang biak.

Teknik ini memungkinkan para peneliti untuk menentukan berapa banyak penyu jantan yang membuahi satu sarang. Karena beberapa penyu jantan dapat membuahi satu sarang, proses ini dapat membantu para peneliti menganalisis bagaimana genetika penyu jantan berubah di berbagai populasi.

“Keunggulan metode ini adalah kita mendapatkan informasi tentang jenis kelamin jantan dan betina dari satu telur tersebut, dan teknik ini dapat kita terapkan pada skala populasi. Jantan masih misterius di dunia penyu laut dan sangat penting untuk dipahami,” kata Shamblin.

KLIK INI:  Mengantisipasi Efek Domino dari Penurunan Populasi Kupu-kupu

Pasir yang lebih hangat menyebabkan lebih banyak tukik betina. Karena itu, seiring waktu, rasio jenis kelamin populasi penyu dapat menjadi tidak seimbang. Tanpa pemahaman yang lebih baik tentang penyu tempayan jantan dan penyu hijau, lebih sedikit keturunan jantan yang dihasilkan, dan pejantan dapat menjadi faktor pembatas.

Dengan membangun basis data yang andal tentang genetika penyu jantan yang berkembang biak, pola perkawinan, dan garis keturunan, para peneliti juga akan dapat melacak kondisi populasi penyu dalam skala yang luas.

“Penyu laut adalah ikon dan telah ada selama jutaan tahun, jadi mereka berhasil bertahan hidup dari banyak perubahan lingkungan selama waktu itu,” kata Shamblin.

“Tugas kita adalah mencoba mencari tahu apa yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka terus melakukan itu. Sekarang kita memiliki sisi jantan dari persamaan itu untuk disempurnakan, kita bisa melakukannya,” pungkasnya.

KLIK INI:  Pohon Muda Tidak Tangguh Menghadapi Perubahan Iklim?

Sumber: Newswise