Klikhijau.com – Kantong plastik tidak hanya mencemari lingkungan, sering kali segera setelah digunakan, tetapi juga terurai menjadi potongan-potongan plastik beracun kecil yang disebut mikroplastik yang telah masuk ke dalam air minum, sehingga menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat.
Menurut California Public Interest Research Group (CALPIRG), kantong plastik biasanya hanya digunakan selama 12 menit, lalu dibuang. Setelah masa manfaatnya yang singkat, kantong plastik berakhir di tempat pembuangan sampah dan lautan, di mana kantong plastik tersebut bertahan selama ratusan tahun, terurai menjadi potongan-potongan yang semakin kecil dan menimbulkan risiko bagi kehidupan laut yang menelan dan terperangkap di dalamnya.
Direktur Negara Bagian CALPIRG Jenn Engstrom mengatakan, kantong plastik menimbulkan polusi di lingkungan kita dan berubah menjadi mikroplastik yang mencemari air minum kita dan mengancam kesehatan kita.
“Warga California telah memilih untuk melarang kantong plastik belanja di negara bagian kita hampir satu dekade lalu, tetapi undang-undang tersebut jelas perlu diubah. Dengan tanda tangan Gubernur, California akhirnya melarang kantong plastik di jalur kasir belanja untuk selamanya,” kata Engstrom.
Perlu diketahui bahwa Gubernur California, Gavin Newsom telah menandatangani RUU Senat 1053 yang melarang semua kantong plastik di toko kelontong di negara bagian tersebut mulai tahun 2026.
Tidak akan lagi jadi ancaman
Pada tahun 2014, California meloloskan larangan penggunaan kantong belanja plastik, tetapi celah hukum memungkinkan pembeli masih dapat membeli kantong yang terbuat dari plastik lebih tebal dengan harga satu sen per buah.
Satu dekade kemudian, pilihannya bukan lagi “Kertas” atau “Plastik,” tetapi “Saya bawa sendiri,” “Kertas” atau “Tidak, terima kasih.”
Ketika California melarang kantong plastik belanja pada tahun 2014, mereka adalah negara bagian pertama di negara itu yang melakukannya. Namun, toko-toko masih diizinkan untuk menyediakan kantong plastik yang “dapat digunakan kembali” dan “dapat didaur ulang” di kasir.
Sayangnya, sebagian besar kantong plastik tebal ini tidak digunakan kembali atau didaur ulang, sehingga memperburuk masalah sampah plastik di negara bagian tersebut.
Undang-undang tersebut memang mengurangi jumlah total kantong plastik secara drastis, tetapi ketebalannya berarti lebih banyak plastik di tempat sampah, demikian menurut Ecowatch.
Pada tahun 2021, untuk setiap 1.000 orang di negara bagian tersebut, kantong plastik seberat 5,89 ton dibuang, menurut analisis CALPIRG. Tujuh tahun sebelumnya, jumlah orang yang sama telah membuang 4,08 ton.
“Apa pun yang kita gunakan selama beberapa menit tidak akan mencemari lingkungan selama ratusan tahun,” kata Laura Deehan, direktur negara bagian Environment California, dalam siaran pers.
“Akhirnya, dengan pembaruan yang diperlukan pada larangan penggunaan kantong plastik ini, kantong plastik belanja tidak akan lagi menjadi ancaman bagi penyu laut , burung , dan satwa liar lainnya di California,” lanjutnya.
Dari Ecowatch








