Klikhijau.com – Di sebuah desa kecil yang terletak di lereng pegunungan, semarak kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 tahun ini terasa begitu istimewa. Desa Kanreapia, meski jauh dari hiruk-pikuk kota besar, menunjukkan betapa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan dapat menjadi momen yang kaya dengan makna dan filosofi perjuangan. Minggu, 25 Agustus 2024.
Dengan lebih dari 600 warga yang datang dari tujuh dusun berbeda, perayaan dimulai dengan kegiatan jalan santai yang meriah. Pagi itu diwarnai dengan hujan gerimis dan udara dingin, semangat gotong royong dan kebersamaan warga tidak surut. Mereka tetap bersemangat mengikuti jalan santai sejauh 4 kilometer yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari.
Jalan santai ini lebih dari sekadar kegiatan fisik, ia juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Mulai dari pelajar PAUD hingga orang dewasa, semua bergerak bersama menikmati keindahan alam desa yang masih asri. Setiap sudut desa tampak penuh keceriaan meski gerimis terus turun, memperlihatkan wajah-wajah ceria yang enggan surut.
Kepala Desa Kanreapia, Rusli Yusuf, dengan penuh semangat menyampaikan sambutannya sebelum melepas peserta.
“Kita bersyukur bahwa tahun ini, kita bisa kembali berkumpul dan merayakan HUT RI dengan penuh semangat. Terima kasih kepada seluruh warga yang tetap antusias, meski cuaca tidak begitu mendukung. Ini adalah bukti bahwa semangat kemerdekaan masih terus hidup di hati kita,” ujarnya dengan tulus.
Acara yang dimulai pukul 08.30 WITA ini juga menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK dan pimpinan lembaga kemasyarakatan desa.
Keunikan acara bertambah dengan kehadiran tim peneliti dari Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dipimpin oleh Dr. Idham Irwansyah. Tim peneliti ini diberi kepercayaan untuk menjadi juri dalam lomba jalan santai serta lomba kebersihan antar dusun.
Kegiatan ini lebih dari sekadar seremonial. Ia menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama. Setelah jalan santai, berbagai lomba seperti tarik tambang, balap karung, dan lomba kebersihan dusun diadakan, menyedot perhatian semua kalangan dari anak-anak hingga orang tua. Keceriaan terlihat di lapangan Solle-Baco, tempat kegiatan berlangsung hingga malam hari.
Meskipun perayaan HUT RI di Desa Kanreapia tahun ini sederhana, maknanya sangat mendalam. Perayaan ini tidak hanya sekadar merayakan kemerdekaan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan persatuan yang terus dipupuk oleh warga desa. Dalam suasana kekeluargaan yang kental, Desa Kanreapia kembali membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan ketulusan hati dan tekad untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
Desa Kanreapia Kampung Iklim Lestari
Mengunjungi Kanreapia seringkali mengingatkan pada keunikan para petaninya, menanam tanpa bergantung musim, Sayur mayur para petani di Desa Kanreapia masih terlihat hijau dan tumbuh subur. Para petani masih terlihat panen setiap hari dengan bergantian.
Jangan heran jika sedang kemarau. Para petani setiap hari sibuk menyiram sayur mayur mereka. Mereka menggunakan alat sprinkler.
Petani bisa melakukan penyiraman dengan area yang luas karena sudah menggunakan alat otomatis. Sprinkler sebagai alat yang bisa bekerja sendiri tidak usah menggunakan tenaga ekstra lagi seperti petani – petani dahulu.
Pertanian saat ini juga sudah terbilang modern, mulai dari pengairan hingga cara penyiraman. Hal ini juga menjadi daya tarik bagi petani milenial untuk bertani dan mengembangkan potensi desanya.
Hal ini turut berkontribusi membawa desa tersebut menjadi kampung Proklim kategori Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2022 silam. Capaian ini tidak lepas dari kinerja dan kolaborasi warga di Kanreapia selama bertahun-tahun.








