6 Jenis Kain Ramah Lingkungan untuk Fesyen Berkelanjutan

Klikhijau.com -  Kain atau pakaian yang kita gunakan seringkali tak memerhatikan apakah telah menenuhi standar ramah lingkungan atau tidak. Tak jarang kita justru terjebak pada brand, gaya atau hargan...

6 Jenis Kain Ramah Lingkungan untuk Fesyen Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Tencel juga menyerap pewarna dengan sangat baik, yang artinya produsen tidak perlu menggunakan terlalu banyak bahan pewarna. Tencel dapat digunakan untuk membuat jenis pakaian yang sama seperti rayon, karena memiliki tampilan dan rasa yang serupa.

Tidak seperti banyak bahan buatan manusia lainnya, proses pertanian untuk jenis kain Tencel ini mendapat nilai tinggi dalam hal kelestarian lingkungan. Hal itu karen sama sekali tidak ada manipulasi genetik yang terlibat dalam proses pertanian bahan baku. Jadi, kain dari tancel sudah tentu ramah lingkungan.

Bagaimana dengan kain dari serat bambu?

Banyak yang menyebut bahwa kain dari serat bambu juga ramah lingkungan. Apakah ini benar dan bisa diterima?

Pada prinsipnya, kain dari serat bambu memang memiliki keistimewaan tersendiri karena memiliki sifat antibakteri alami yang juga dapat terurai di alam. Selain itu, bambu merupakan tumbuhan yang memiliki manfaat penting bagi lingkungan. Budidaya bambu membutuhkan air yang sangat sedikit dan tidak ada pupuk atau pestisida untuk tumbuh.

Kain yang dihasilkan dari serat bambu dikenal sangat halus seperti sutra juga tahan lama. Hal ini yang menguatkan asumsi banyak orang bahwa kain dari serat bambu juga masuk kategori ramah lingkungan.

Sayangnya, ada sisi lain yang membuat jenis ini masih jadi perdebatan yakni proses produksi untuk mengubah bambu menjadi serat kain sangat intensif secara kimiawi. Hal inilah yang membuat sebagian orang menyebut jenis kain dari serat bambu tidak ramah lingkungan.

Itulah 6 jenis kain ramah lingkungan yang dikenal saat ini. Ragam inovasi tentu diperlukan untuk menghasilkan kain dan fashion berkelanjutan. Semoga bermanfaat!

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: