5 Tahun Perjanjian Paris, Indonesia Dinilai Semakin Memperburuk Krisis Iklim

Klikhijau.com - Tidak munculnya Indonesia dalam daftar pembicara pada acara peringatan lima tahun Perjanjian Paris, Climate Ambition Summit, yang akan diadakan pada 12 Desember 2020, seharusnya menjad...

5 Tahun Perjanjian Paris, Indonesia Dinilai Semakin Memperburuk Krisis Iklim
Bacakan Artikel

Sementara Indonesia berencana menambah kapasitas PLTU batu bara baru sebanyak hampir dua kali lipat dari kapasitas beroperasi saat ini, dimana semua PLTU baru tersebut akan dibangun dalam satu dekade (2019-2028) mendatang.

Penambahan PLTU baru ini sama saja dengan mengunci emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia hingga empat puluh tahun ke depan. Dengan demikian, total kapasitas PLTU pada 2028 sebesar 55 gigawatt dengan taksiran emisi sekitar 330 juta ton per tahun, bila semua beroperasi.

[irp]

Energi terbarukan hanya sekitar 14.69% dari bauran energi saat ini. Padahal target 2025, porsinya harus mencapai 23%, dan untuk mencapainya perlu tambahan pembangkit dari energi terbarukan sebesar 10.000 MW.

โ€œSetidaknya pertambahan energi terbarukan harus lima kali lebih cepat untuk mencapai target 2025,โ€ tambah Adila. Potensi terbesar ada pada energi surya dengan 200 GWp.

Di sektor kehutanan, kebakaran hutan dan lahan masih menghantui. Catatan Greenpeace Asia Tenggara, sebanyak 4,4 juta hektar lahan, setara 8 kali luas Pulau Bali, telah terbakar sepanjang 2015-2019.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: